Jokowi Minta Mentan dan Mendag Buat Regulasi untuk Lindungi Peternak
Jokowi juga meminta agar dalam satu dan dua bulan ke depan membuat industri terkait dengan tepung telur di Blitar. Serta mengembangkan industri tambahan pakan, sehingga tidak tergantung dengan pabrikasi tetapi pemerintah bisa melakukan industri.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan peternak telur. Pertemuan itu juga dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Perdagangan Muhammad, Lutfi.
Kepada keduanya, Jokowi minta segera dilakukan buat regulasi untuk melindungi peternak.
"Saya diperintahkan bersama Menteri Perdagangan membangun regulasi-regulasi bersama dan hal lain adalah ada cadangan kalau di sana ada cadangan beras nasional, cadangan pangan nasional juga walaupun dalam konsumsi yang terbatas, harus dihadirkan sehingga ada kepastian-kepastian kalau terjadi apa-apa," kata Syahrul Yasin Limpo usai pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu(15/9).
Jokowi juga meminta agar dalam satu dan dua bulan ke depan membuat industri terkait dengan tepung telur di Blitar. Serta mengembangkan industri tambahan pakan, sehingga tidak tergantung dengan pabrikasi tetapi pemerintah bisa melakukan industri.
"Bapak Presiden juga minta supaya bulan depan, dalam 1-2 bulan buat industi yang terkait dengan tepung telur, di Blitar bahkan, dikunjungi langsung bapak dirjen di Blitar," bebernya.
Diketahui pertemuan tersebut dihadiri ketua Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, Ketua Koperasi Putera Blitar, Sukarman, ketua Paguban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), Rofi yasifun.
Baca juga:
Peternak Bentangkan Spanduk Telur Murah, Jokowi Terima Kasih Laporan Tak Sampai Atas
Alasan Peternak Ayam Pertelur Nekat Bentangkan Poster saat Jokowi Melintas di Blitar
Presiden Jokowi: RI Tidak Masuk 10 Negara Kasus Covid-19 Tertinggi di Dunia
Ombudsman Harap Jokowi Ambil Alih Proses TWK Pegawai KPK
Jokowi: Kasus Covid-19 Turun Sangat Tajam, Jauh di Bawah Negara Tetangga
DPR Soal Surpres Calon Panglima TNI Belum Dikirim: Presiden Masih Mencari
Industri Baterai Kendaraan Listrik Bakal Jadi Daya Tarik Investasi RI