Jokowi Kembali Minta Data Corona Terbuka: Jangan Ada Anggapan Kita Menutupi
Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali mengingatkan agar data atau komunikasi Gugus Tugas soal corona harus terbuka. Jangan sampai ada pihak-pihak yang menilai pemerintah menutupi data.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan rapat terbatas bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dalam rapat, Jokowi kembali mengingatkan agar data atau komunikasi Gugus Tugas soal corona harus terbuka.
"Mengenai komunikasi yang terbuka, sistem data dan informasi yang terbuka kepada semua pihak. Jangan ada yang menganggap lagi kita menutupi. Tidak ada sejak awal kita menutupi masalah yang ada," kata Jokowi dalam rapat virtual, Senin (20/4).
Selain itu, Jokowi ingin distribusi bantuan logistik untuk masyarakat tidak ada hambatan. Kepala negara ingin stok pangan cukup di bulan Ramadan.
"Pastikan distribusi logistik, kelancaran produksi betul betul tak ada hambatan di lapangan. Stok pangan cukup. Pastikan. Agar kita memasuki bulan Ramadan ini betul betul memiliki kepastian stok pangan," ucapnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta juga mengingatkan agar bantuan sosial dari pemerintah tepat sasaran. Bansos harus sampai ke tangan masyarakat terdampak pandemi corona.
"Bansos tadi pagi dimulai secara besar-besaran untuk 1,2 di DKI terlebih dulu, Bodetabek dan nanti daerah lain. Saya ingin bansos ke yang tak mampu betul betul tepat sasaran, ada kontrol pengawasan, ada cek lapangan, sehingga bantuan bisa diterima dengan baik, dan bisa benar tepat sasaran," ucapnya.
Baca juga:
Trik Jaga Produktivitas Selama Work From Home ala Merry Riana
Negara Ingin Akhiri Lockdown Covid-19, Ini 6 Syarat yang Ditetapkan WHO
MHKI: Pemerintah Belum Ganti Pembiayaan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit
Pakar Kesehatan Dunia Sebut Tak Ada Jaminan Vaksin Covid-19 Berhasil Dikembangkan
VIDEO: Sumbang Lahan Demi Kemanusiaan
Jelang Ramadan, Pakistan Cabut Larangan Salat Berjemaah di Masjid