JK sedih anak-anak diperalat teroris untuk lancarkan aksi teror
JK menilai semua yang dilakukan para teroris tidak masuk akal.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyayangkan ketika melibatkan anak-anak untuk dijadikan alat para pelaku teroris melancarkan aksinya. Dia menilai semua yang dilakukan para teroris tidak masuk akal.
"Karena semua yang dilakukannya itu tidak wajar, tidak masuk akal. Contohnya bagaimana anak-anak dilibatkan, coba bayangkan tadi. Sampai sangat bersedih, saya bayangin, apa yang dia bilang kepada anaknya sebelum pergi, musti dia bilang 'nak ya kita ketemu di Surga lah', bayangkan itu?" kata JK di kantornya, Jl Merdeka Utara, Selasa (15/5).
Dia menilai teroris sampai saat ini tidak bisa terdeteksi kapan mereka akan meluncurkan aksinya. Oleh karena itu perlu diperketatnya proses deradikalisasi.
"Kalau itu undang-undang apapun yang penting bertindak lah mereradikalisasi, karena mungkin dia pikir kalau orang bonceng anakanya di depan ya ini orang baik-baik, iya kan," papar JK.
Dia menilai tidak mudah untuk bisa mendeteksi apakah pelaku teroris akan melakukan tindakan bunuh diri. JK juga mengutuk para pelaku teroris yang mengajak anak-anak untuk melakukan tindakan aksi bom bunuh diri.
"Karena itu lah ini sangat menyedihkan sebenarnya, sangat menyedihkan semua bom bunuh diri ini paling menyedihkan. Disamping tentunya kita kutuk, saling menyedihkan karena anak-anak diikut sertakan," ungkap JK.
Baca juga:
Ratusan akun media sosial teridentifikasi penyebar paham terorisme
Indonesia berduka, Wapres JK tak mau rayakan hari ulang tahun ke-76
Polisi panggil dosen hendak ditemui 2 terduga teroris di Palembang
Lagi, Densus tangkap pasutri terduga teroris di Karangploso Malang