JK sebut kepentingan manusia dan orangutan harus sinkron
"Tapi apabila orang terlalu dipentingkan semua hutan menjadi sawit, orangutan mati," kata dia.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyoroti dilema pemerintah dalam memilih antara pelestarian lingkungan hidup dengan upaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Menurutnya kedua hal itu harus berjalan beriringan dan harmonis.
JK mencontohkan persoalan habitat orangutan dengan kebutuhan hidup masyarakat. Kata JK, bila orangutan didahulukan maka manusia akan tersingkir. Sebaliknya, jika kebutuhan manusia didahulukan maka habitat orangutan akan berubah menjadi perkebunan sawit dan binatang langka ini akan punah.
"Kalau hanya kepentingan orangutan, maka manusia juga harus minggir dan tidak mendapatkan kehidupan. Tapi apabila orang terlalu dipentingkan semua hutan menjadi sawit, orangutan mati. Orangutan hanya indikator saja dari seluruhnya," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).
Dia menyebut hal ini merupakan pertentangan antara food (pangan) and fuel (sumber daya alam). JK berharap keduanya dapat diperhatikan dalam membuat kebijakan.
"Kalau hutan habis, orangutan mati. Makin kecil orangutan, makin rusak hutan, bukan hanya HAM, kadang-kadang hak azasi binatang juga dipertimbangkan dalam sinkronisasi ini," pungkas dia.
Baca juga:
Penjualan satwa dilindungi marak di Facebook, 'Orangutan' gelar demo
Menengok pameran primata di Museum Nasional Sejarah Alam di Paris
Bantai orangutan di Sampit, PT NSP terancam dicabut izin operasi
10 Bulan tidur di kandang ayam, Budi akhirnya diselamatkan
Makin cerdas, orangutan Jerman bisa tirukan ucapan manusia
Sadis, orangutan ini mati diberondong 40 peluru di kebun sawit
Orangutan di Rawa Tripa terancam karena hutan gambut dibakar