LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

JK minta PT DI garap pasar komersil, tak cuma andalkan pesanan TNI

PT DI diminta geber penjualan pesawat komersil.

2016-01-20 19:29:59
Wapres Jusuf Kalla
Advertisement

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (DI) di Bandung, Jawa Barat. Dia mendorong perusahaan pelat merah tersebut untuk serius menggarap pangsa pasar dengan memproduksi pesawat komersil.

"Fokus (komersil). Tentu perbaiki sistemnya. Misalnya after sales service-nya, baru bisa kembali ke komersial biar lebih baik, Yang mampu dikuasai," ungkap JK di hanggar Sub Assy dan Final Assy Pesawat PT DI, Bandung, Rabu (20/1).

Meski PT DI perusahaan berpelat merah, tetapi itu tidak melulu harus mengandalkan pesanan pemerintah dan TNI.

"Namun pemerintah tidak beli pesawat banyak, kecuali TNI. Yang beli banyak itu komersial. Komersial ini memang fokusnya. TNI kan setahun tidak terlalu besar. Yang besarkan komersial. Selama hal pokok, bisnis dapat diperhatikan. Asalkan teknologinya, maintanance, after sales service. Baru bisa berjalan dan juga bagaimana efisiensi dan kecepatan produksi," ungkapnya.

Dia memuji PT DI yang sempat jatuh bangun menghadapi ekonomi Indonesia. Tapi kini PT DI kembali menunjukan taringnya dengan membuat pesawat baru. PT DI saat ini tengah fokus menggarap beberapa pesanan seperti CN235, NC212 dan N219 yang rencananya akan terbang perdana pada pertengahan tahun ini.

"Saya apresiasi selama 40 tahun (PT DI berdiri) Walaupun banyak pertentangan masih bsa berjalan. Namun ini banyak kemungkinan semuanya bisa berjalan," terangnya.

Sementara itu Direktur Utama Budi Santoso mengatakan, saat ini pihaknya memang tengah fokus menggarap N219. "Kita mulai N219, kelas murah dulu. nanti masuk mulai ke pesawat 50 penumpang, Kapan? Nanti cari duit dulu kalau ada duit langsung bisa besok buat," terangnya.

Dia mengakui JK juga berpesan agar bisa fokus ke pesawat komersial agar bisa menghidupi perusahaan. "Kepada PT DI, Pak JK juga pesan Kita hidup dari komersial bukan dari pemerintah saja," ungkapnya.

Baca juga:
Kunjungi PT DI, JK intip perakitan CN235
BUMN ini tawarkan solusi krisis air bersih di Indonesia
Menteri Rini: BUMN tertarik beli saham Freeport, tapi kemahalan
KPK diminta selidiki dugaan penyimpangan tender di Pelindo IV
Kuasa hukum RJ Lino: Jangan dilihat semua orang BUMN itu jahat

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.