Jelang Puncak Haji, 8 Jemaah Embarkasi Makassar Wafat di Tanah Suci
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail menyampaikan duka cita meninggalnya jemaah haji kelompok terbang (kloter) 24 Embarkasi Makassar asal Ambon.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mencatat ada sembilan orang jemaah yang meninggal dunia jelang puncak pelaksanaan haji pada Rabu (27/5) nanti. Dari sembilan tersebut, delapan jemaah meninggal dunia di Madinah dan Mekkah, Arab Saudi.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ikbal Ismail menyampaikan duka cita meninggalnya jemaah haji kelompok terbang (kloter) 24 Embarkasi Makassar asal Ambon, Maluku bernama Sri Nafisa Quiliem (65) di Mekkah, Arb Saudi pada Jumat (22/5). Sampai saat ini, kata Ikbal sudah sembilan orang jemaah meninggal dunia.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah. Delapan jemaah haji meninggal di Arab Saudi dan satu orang meninggal dunia saat masih berada di Embarkasi Makassar," ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ikbal memastikan untuk jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi, proses pemakaman sesuai dengan ketentuan. Ikbal menyebut jemaah haji yang meninggal dunia di Arab Saudi dimakamkan di Pemakaman Baqi, Madinah dan Saraya Suhada Al Haram, Mekkah.
"Seluruh proses pemakaman telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik di Arab Saudi maupun di tanah air," kata Ikbal.
Merinci Jemaah Haji
Mantan Kepala Bidang Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Sulsel ini merinci jemaah haji yang meninggal dunia akibat menderita respons inflamasi sistemik, infark miokard akut, sindrom gangguan pernapasan akut pada dewasa, syok kardiogenik, hingga syok septik. Ia mencontohkan almarhum Nursidah Sirang Sijarra (59), yang meninggal pada 26 April 2026 di Al Hakim Hospital, sebab Systemic Inflammatory Response.
"Jemaah haji asal Ternate, Siti Totou Umar (67), yang meninggal pada 8 Mei 2026 di Golden Ergowan Hotel Madinah, sebab Acute Myocardial Infarction. Kemudian Caming Sade Sakka (74), meninggal pada 18 Mei 2026 di Moovusat Hospital, sebab Adult Respiratory Distress Syndrome," kata Ikbal.
Selanjutnya, Pinta Latif Abd Latif (51), meninggal pada 19 Mei 2026 di Masjidil Haram, sebab Cardiogenic Shock. Jemaah bernama Manah Pangewa (85), meninggal pada 19 Mei 2026 di Koni Makkah, sebab Septic Shock.
"Jemaah haji atas nama Darmina Sekki Kulasse (48), meninggal 21 Mei 2026 di King Faizal Hospital, sebab Cardiogenic Shock. berikutnya, Lau Badz Mapbereng (66), meninggal pada 21 Mei 2026 di King Faizal Hospital, sebab Cardiogenic Shock. Dan terakhirr Sri Nasifa Quiliem (65), pada 22 Mei 2026 di Makkah," bebernya.
Jemaah Wafat
Sementara satu jemaah wafat di tanah air (Indonesia) atas nama Syamsuddin Puang Launang (56). Syamsuddin meninggal pada 6 Mei 2026 di RSUD Wahidin Sudirohusodo karena Cardiac Arrest.
Ikbal mengimbai kepada jemaah haji Embarkasi Makassar untuk menjaga kondisi jelang puncak ibadah haji. Alasannya, butuh kondisi prima untuk melaksanakan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Kami mengimbau kepada seluruh jemaah untuk terus menjaga kondisi fisik dan mematuhi arahan petugas, terutama mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi," ucapnya.