Jelang Lebaran, MUI imbau masyarakat tak sebar hoaks dan ujaran kebencian
Dia berharap masyarakat terus kompak menjaga suasana kondusif. MUI juga telah mengeluarkan fatwa soal media sosial.
Jelang Hari Raya Idul Fitri, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin mengimbau masyarakat tak melakukan ujaran kebencian maupun menebar berita hoaks di media sosial. Dia ingin seluruh elemen masyarakat tetap menjaga perdamaian.
"Kepada masyarakat kami juga mengingatkan saat menggunakan media sosial untuk tidak menyebarkan informasi yang berisi kebohongan (hoax), ghibah, fitnah namimah (adu domba), menyebarkan aib, dan melakukan ujaran kebencian. Nah ini yang kita harapkan pada saat ini," katanya di kantor MUI, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (12/6).
Dia berharap masyarakat terus kompak menjaga suasana kondusif. MUI juga telah mengeluarkan fatwa soal media sosial.
"Ini tidak hanya pada saat hari raya, kita mengharapkan ini bisa dilakukan seterusnya. Makannya MUI sudah mengeluarkan tentang fatwa tentang bermuamalah melalui media sosial," imbuhnya.
Dia juga berharap, para khatib Sholat Idul Fitri tak ada yang mencampurkan ceramah dengan politik praktis. Ma'aruf khawatir hal tersebut dapat menimbulkan perpecahan umat.
"Jauhi tema khotbah yang bernuansa politik praktis. Jangan jadikan khutbah sebagai ajang kampanye politik praktis yang bisa menimbulkan perpecahan umat Islam," ujar Ma'aruf.
Baca juga:
Jelang Pilkada, Ketua MUI imbau ulama jaga perdamaian
MUI tak bisa sanksi Gus Yahya karena pergi Israel
Maruf Amin tegaskan MUI & PBNU tak dukung kedatangan Gus Yahya ke Israel
MUI minta khatib Salat Idul Fitri tak sampaikan ceramah berbau politik
MUI akan sertifikasi mubalig di tanah air
Ketua MUI puji Jokowi: Saya tidak pernah bertemu Presiden begitu cinta kepada ulama