Jelang Lebaran 2018, keluarga bawa makanan dan baju jenguk tahanan KPK
Ada pula istri dan anak dari anggota DPR RI Aditya Moha, Angelina Tjandring termasuk adik ipar dari Bambang Purnomo, pihak swasta perantara suap di kasus Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar.
Puluhan keluarga para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyempatkan waktu untuk menjenguk sebelum Hari Raya Idul Fitri, Senin (11/6/2018). KPK memberikan waktu dua jam kepada para keluarga tahanan yang ingin menjenguk, dari pukul 10.00-12.00 WIB.
Berdasarkan pantauan, sejak pukuk 10.00 WIB para keluarga tahanan sudah mulai berdatangan ke rumah tahanan (rutan) cabang KPK, Jakarta Timur. Banyak dari mereka membawa box atau container plastik berisi makanan hingga baju yang khusus dibawakan untuk keluarga yang ditahan.
Beberapa keluarga yang terpantau hadir di antaranya suami dari Bupati nonaktif Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari, Endri Elfrian Syahri atau biasa disapa Beni.
Ada pula istri dan anak dari anggota DPR RI Aditya Moha, Angelina Tjandring termasuk adik ipar dari Bambang Purnomo, pihak swasta perantara suap di kasus Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar.
"Kami bawakan kurma buat Pak Bambang Purnomo. Di dalam beliau sehat, itu yang terpenting," ucap adik ipar Bambang Purnomo, Hastono.
Sementara itu, KPK memperpanjang waktu jenguk untuk tahanan di Hari Raya Idul Fitri selama dua hari. Jika hari biasa keluarga tahanan hanya diberi waktu jenguk 2 jam pada Hari Raya Idul Fitri waktu kunjungan menjadi 3 jam.
"1 Syawal jadwal kunjungan keluarga mulai 08.30-11.30 WIB, sedangkan 2 Syawal mulai pukul 10.00-13.00 WIB," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (11/7/2018).
Reporter: Lizsa Egeham
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Khusus hari Lebaran, jam besuk tahanan KPK diperpanjang menjadi 3 jam
KPK tegaskan tak ada aroma politis di balik OTT Blitar dan Tulungagung
ICW sebut RKUHP pemberangusan yang ekstrem terhadap demokrasi
UU Tipikor masuk RKUHP diyakini bakal jadi celah transaksi kasus
Banyaknya OTT kepala daerah, bukti mandulnya sistem pencegahan korupsi
Bupati Tulungagung mengaku galau sebelum menyerahkan diri ke KPK