Jelang Larangan Mudik, Penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Masih Normal
Aktivitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, masih normal di masa-masa menjelang larangan mudik Lebaran 2021. Belum terjadi peningkatan atau penurunan signifikan jumlah penumpang.
Aktivitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, masih normal di masa-masa menjelang larangan mudik Lebaran 2021. Belum terjadi peningkatan atau penurunan signifikan jumlah penumpang.
"Kami belum lihat dampaknya, karena memang masih dua minggu sebelum larangan mudik, walaupun sudah ada pengetatan dari 22 April kemarin. Tapi, dilihat dari jumlah penumpang, baik itu yang datang maupun yang pergi, memang belum ada peningkatan yang signifikan," kata Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Taufan Yudhistira dalam keterangan videonya yang diterima, Senin (26/4).
Dia memaparkan, penumpang yang menggunakan Bandara I Gusti Ngurah Rai rata-rata sekitar 10 ribu orang per hari. "Tadi kami data itu ada sekitar 5 ribu yang datang dan juga 5 ribu yang berangkat. Jadi 10 (ribu) kami melayani penumpang per harinya. Rata rata seperti itu," imbuhnya.
Kunjungan penumpang yang datang maupun pergi dari Pulau Bali untuk saat ini masih normal, belum ada peningkatan atau penurunan. "Masih normal menurut kami. Belum ada peningkatan, baik itu yang datang maupun yang berangkat," katanya.
Dia juga menegaskan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebagai tempat layanan publik mendukung upaya pemerintah untuk larangan mudik Lebaran. "Nah terkait apakah itu efektif atau tidak kalau dilihat dari data sih memang belum ada peningkatan. Tapi, belum tahu menjelang nanti, satu minggu menjelang larangan mudik kita belum tahu seperti apa kondisinya," ungkapnya.
Pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai tak bisa melarang penumpang yang akan mudik, karena aturannya belum ada. Namun mereka tetap menerapkan persyaratan-persyaratan perjalanan dalam negeri.
"Baik itu dilihat dari surat keterangan rapid test antigen yang 1x24 jam atau pun PCR 1x24 jam. Kami hanya melakukan hal-hal yang seperti itu saja. Kalau untuk pelarangan kami tidak bisa melarang, tapi yang pasti kami melakukan persyaratan sesuai surat edaran dari Satgas Covid-19 Nasional," jelasnya.
Taufan memprediksi jumlah penumpang di masa larangan mudik, 6-17 Mei 2021, akan sangat menurun. Tetapi sebelum pelarangan itu, jumlahnya diperkirakan akan meningkat. "Baik itu yang datang maupun yang pergi melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali," katanya.
Selain itu, pihaknya juga melaksanakan pengetatan penumpang sejak 22 April 2021. "Jadi yang tadinya 3x24 jam atau 2x24 jam itu sekarang 1x24 jam. Tapi menurut data sih tetap masih ada penumpang walaupun tidak mengalami peningkatan atau penurunan. Jadi masih normal sampai dengan saat ini," ujar Taufan.
Baca juga:
Catat, Pendatang di Kabupaten Tangerang Wajib Isolasi 5 Hari
Seluruh Terminal di Banten Ditutup Selama Larangan Mudik Lebaran 6-17 Mei
Halau Pemudik Masuk Tasik, 604 Aparat Gabungan Siaga 24 Jam di Pos Penyekatan
7 Juta Orang Mau Mudik, Polisi Singgung Drastis Kasus Covid-19 di India
Nekat Pulang Kampung di Tengah Larangan Mudik
Satgas Minta Posko Covid-19 Fasilitasi Komunikasi Virtual bagi Masyarakat