Jelang Idul Adha, marak pengiriman sapi dari Bali lewat jalur 'tikus'
Jelang Idul Adha, marak pengiriman sapi dari Bali lewat jalur 'tikus'. Jelang perayaan Idul Adha, banyak permintaan hewan kurban keluar Bali. Disinyalir banyak peternak dari Bali yang mengirimkan secara ilegal ke luar Bali tanpa melalui proses pemeriksaan kesehatan hewan dan perizinan.
Jelang perayaan Idul Adha, banyak permintaan hewan kurban keluar Bali. Disinyalir banyak peternak dari Bali yang mengirimkan secara ilegal ke luar Bali tanpa melalui proses pemeriksaan kesehatan hewan dan perizinan.
Hal ini dilakukan guna menghindari bayar pajak yang justru mengurangi keuntungan nilai jual yang maksimal. Informasi yang diterima, jalur 'tikus' yang belakangan ini sering digunakan untuk mengirim sapi keluar Bali berada di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
Pengiriman ini berskala besar sementara kuota pengiriman sapi keluar pulau nyaris habis, hanya tersisa 7.320 ekor dari total kuota 50.126 ekor yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Hal ini dibuktikan dengan puluhan truk memuat sapi melintas dari arah Denpasar menuju wilayah Kecamatan Melaya. Iing-iringan truk ini mulai terjadi sore hari hingga malam hari.
Anehnya kabar diterima dari petugas di Pelabuhan Gilimanuk justru jarang melihat adanya sejumlah truk bermuatan hewan sapi melalui pintu keluar pelabuhan dalam sepekan ini. Kuat dugaan pengiriman sapi melalui jalur tak resmi, yakni melalui jalur pantai Sumbersari, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana.
Sejumlah sumber menyebutkan, pengiriman sapi melalui jalur ilegal kali ini lebih marak dibandingkan tahun lalu lantaran Idul Adha tahun ini berlangsung menjelang akhir tahun.
"Kalau sudah Idul Adha dekat-dekat akhir tahun, pasti penyelundupan sapi Bali lebih marak. Penyebabnya ya karena akhir tahun itu kuota sapinya sudah nyaris habis, belum lagi untuk kebutuhan Idul Adha," ujar Rohman salah seorang sopir truk yang mengaku pernah dapat orderan melalui jalur tak resmi, Selasa (29/8).
Sementara itu, Penanggung Jawab Balai Karantina Pertanian Klas I Denpasar Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk, drh. I Nyoman Budhiarta mengatakan sejauh ini pihaknya terus mengawasi secara ketat pengiriman hewan yang keluar Bali. Diakuinya pengiriman sapi Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk memang kian meningkat dalam beberapa bulan belakangan ini.
"Puncaknya, pada Kamis (10/8) lalu, pengiriman sapi Bali mencapai sekitar 20 truk dalam satu malam," terangnya.
Menurutnya, sapi Bali yang dikirim melalui jalur resmi ini wajib menyerahkan dokumen kepada petugas karantina ketika hendak diseberangkan ke Jawa. Setelah dokumennya lengkap, maka pihaknya akan melangsungkan pemeriksaan teknis berupa pengecekan kesehatan sapi-sapi tersebut.
Selama beberapa bulan belakangan ini diakui Budhiarta jika pengiriman sapi lewat Gilimanuk jelang Idul Adha ini memang semuanya dengan dokumen resmi dari instansi terkait.
"Memang untuk pemberian surat izin pengiriman di bulan ini terakhir dikeluarkan pada 10 Agustus. Jadi jika terlambat, ya dimungkinkan ada pengiriman setelahnya atau mungkin saja sapi itu bisa renang ke Jawa," kelakar Budhiarta.
Baca juga:
Jokowi kirim sapi kurban seberat 800 kg untuk umat Islam NTT
Menengok keramaian tempat penjualan hewan kurban di Bintaro
Ini cara pedagang jaga kesehatan hewan kurbannya
Pedagang rela begadang pantau puluhan hewan kurban
Musim haji, harga kambing di Makkah capai SAR 500