Janice Tjen Terhenti di Semifinal Ganda Merida Open, Perlawanan Sengit Tak Cukup Hentikan Unggulan Kedua
Perjalanan Janice Tjen di Merida Open harus berakhir di semifinal ganda. Bersama Katarzyna Piter, mereka takluk dari unggulan kedua setelah pertandingan sengit, namun menunjukkan performa menjanjikan.
Petenis putri Indonesia Janice Tjen harus menghentikan langkahnya di ajang Merida Open 2026. Bersama pasangannya dari Polandia, Katarzyna Piter, mereka takluk di babak semifinal sektor ganda. Pertandingan sengit ini berlangsung pada Jumat (27/2) waktu setempat atau Sabtu WIB.
Kekalahan ini terjadi setelah Janice Tjen/Piter menghadapi unggulan kedua, Cristina Bucsa dari Spanyol dan Jiang Xinyu dari China. Pasangan Bucsa/Jiang berhasil mengamankan kemenangan setelah pertarungan yang intens di lapangan. Hasil ini mengakhiri harapan pasangan Indonesia-Polandia untuk melaju ke final turnamen WTA 500 tersebut.
Meski harus mengakui keunggulan lawan, Janice Tjen dan Piter menunjukkan performa yang cukup menjanjikan sepanjang turnamen. Mereka memberikan perlawanan kuat, terutama di set pertama, menunjukkan potensi besar sebagai pasangan ganda. Turnamen ini menjadi pengalaman berharga bagi keduanya.
Perlawanan Sengit di Semifinal Ganda Merida Open
Janice Tjen dan Katarzyna Piter memberikan perlawanan yang sangat kuat dalam pertandingan semifinal ganda Merida Open. Mereka menghadapi Cristina Bucsa dan Jiang Xinyu dalam laga berdurasi satu jam 24 menit. Skor akhir pertandingan adalah 5-7, 6-2 untuk keunggulan pasangan Spanyol/China tersebut.
Meskipun kalah, statistik menunjukkan bahwa Janice/Piter mampu unggul dalam beberapa aspek permainan. Mereka memenangi 68,4 persen poin dari servis pertama yang masuk, sama dengan persentase servis pertama lawan. Selain itu, pasangan ini juga unggul dalam poin pengembalian bola pertama.
Namun, Bucsa/Jiang menunjukkan keunggulan dalam pengembalian bola kedua, yang menjadi salah satu kunci kemenangan mereka. Pasangan unggulan kedua ini juga berhasil memanfaatkan momen krusial pada kedudukan 5-5 di set pertama. Mereka mengkonversi dua dari tiga peluang break point untuk merebut set pembuka.
Perjalanan Janice Tjen di Merida Open 2026
Set kedua dimulai dengan Bucsa/Jiang yang mencoba mempertahankan momentum dengan merebut gim pertama. Namun, Janice Tjen dan Piter segera membalasnya dengan menyamakan kedudukan pada gim kedua. Pasangan Indonesia/Polandia ini menunjukkan semangat juang yang tinggi.
Dengan servis yang kuat, Janice/Piter mencatatkan persentase servis pertama yang masuk sebesar 81 persen. Angka ini menunjukkan konsistensi mereka dalam melakukan servis. Sayangnya, kekuatan servis tersebut tidak cukup untuk membendung dominasi Bucsa/Jiang dalam pengembalian bola.
Bucsa/Jiang berhasil memenangkan tiga gim beruntun setelahnya, membuat kedudukan menjadi 4-1. Meskipun Janice/Piter sempat berusaha merusak ritme permainan dengan mengambil satu gim, upaya tersebut tidak mampu menghentikan laju lawan. Bucsa/Jiang akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan yang meyakinkan.
Kekalahan di sektor ganda ini berarti Janice Tjen harus angkat kaki dari ajang WTA 500 Merida Open. Sebelumnya, ia juga telah terhenti di babak pertama sektor tunggal. Janice kalah dari petenis Kolombia Camila Osorio dengan skor 4-6, 3-6.
Rekam Jejak Janice Tjen dan Piter
Meski terhenti di semifinal Merida Open, hasil ini tetap dianggap lebih baik bagi Janice Tjen dan Katarzyna Piter. Terakhir kali mereka berpasangan, keduanya terhenti di babak pertama Australian Open 2026. Peningkatan performa ini menunjukkan perkembangan positif dari pasangan tersebut.
Janice dan Piter memiliki rekam jejak yang cukup baik sebagai pasangan ganda. Mereka telah dua kali meraih trofi bersama di turnamen WTA. Kemenangan tersebut diraih pada WTA 250 Guangzhou tahun lalu dan WTA 250 Hobart pada bulan Januari.
Pencapaian ini membuktikan bahwa Janice Tjen memiliki potensi besar di kancah tenis internasional, khususnya di sektor ganda. Pengalaman di Merida Open akan menjadi pelajaran berharga untuk turnamen-turnamen selanjutnya. Para penggemar tenis Indonesia tentu menantikan kiprah Janice Tjen di masa depan.
Sumber: AntaraNews