Jakarta akan Penuh Warna Saat Imlek dan Ada Insentif Pajak untuk Perusahaan yang Beri Diskon Ketika Puasa
Gubernur DKI Pramono Anung mengatakan pada saat Imlek nanti akan ada sejumlah kegiatan yang menarik dan meriah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama dengan pemerintah pusat dalam menyambut hari raya Imlek.
Rapat dilakukan untuk menyepakati beberapa kegiatan dalam menyambut hari raya Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 mendatang.
"Beberapa kegiatan sudah disepakati, termasuk yang di Lapangan Banteng. Kemudian nanti ada Cap Go Meh di Glodok. Kemudian juga ada beberapa kegiatan Barongsai yang ada di Sudirman-Thamrin," kata Pramono usai menghadiri acara Indonesia Economic Summit (IES) di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (3/2).
Nantinya, Jakarta akan dibikin menjadi colorful dalam memeriahkan hari raya Imlek mendatang.
"Termasuk kemudian kalau dilihat mulai sekarang kan mulai beberapa gedung ada pemasangan lampion dan sebagainya, terutama di SCBD dan sebagainya," ujarnya.
"Jadi prinsipnya akan kami buat lebih colorful, meriah, seperti ketika kita menyambut Natal kemarin. Dan itu akan berakhir tanggal 17 Februari," sambungnya.
Sambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri
Kemudian, sehari setelah perayaan Hari Raya Imlek, pihaknya pun langsung merubah suasana, mengingat pada 18 Februari 2026 sudah memasuki Bulan Suci Ramadhan.
"Karena tanggal 18 sudah mulai puasa. Suasananya total nanti akan kita ganti dengan menyambut Puasa sampai dengan Idul Fitri. Jadi Jakarta saya yakin akan menjadi lebih menarik dan colorful," ungkapnya.
Tak hanya membuat Jakarta menjadi colorful, nantinya Pramono akan memberikan insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan yang memberikan diskon.
"Terutama ketika tanggal 18 sampai dengan Idul Fitri, kami akan memberikan insentif pajak bagi beberapa pusat perbelanjaan kalau mereka memberikan diskon. Supaya belanja di Jakarta juga menjadi lebih murah," paparnya.
Hal itu dilakukan karena berdasarkan pengalaman yang dilakukan pada saat menyambut Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Saat itu, terjadi transaksi hingga mencapai Rp15,2 triliun.
"Dan itu rekor yang pernah diperoleh oleh Jakarta karena itu tadi, kami lombakan, kami berikan insentif pajak, dan jamnya juga diperbolehkan sampai jam malam. Dan itulah yang membuat Jakarta begitu menarik ketika Natal dan Tahun Baru kemarin," pungkasnya.