Jadi Panelis Pemilihan Rektor Unhas, Kepala BKN: Jangan Tinggalkan Nilai Lokalitas
Mantan Penjabat Gubernur Sulsel ini juga menyarankan agar Unhas lebih memperkuat branding institusi.
Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh menjadi salah satu panelis penjaringan 6 bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin Makassar di Hotel Unhas Makassar, Senin (3/11). Zudan menaruh pesan kepada calon Rektor agar memajukan Unhas tanpa meninggalkan nilai lokalitas atau kultur.
"Saya memberikan pandangan bagaimana agar Unhas ke depan bisa lebih maju, lebih cepat dampaknya, lebih tinggi prestasinya, dan lebih mendunia. Serta lebih membumi, berakar pada nilai-nilai kultural Sulawesi Selatan. Jadi saya pesankan seperti itu," ujarnya kepada wartawan.
Mantan Penjabat Gubernur Sulsel ini juga menyarankan agar Unhas lebih memperkuat branding institusi. Ia menilai, dengan memperkuat branding tersebut, Unhas bisa dilihat dunia Internasional.
"Kedua, saya mendorong agar semua program yang ada di Unhas itu berdampak lebih luas, bermanfaat lebih besar terkait dengan program-program nasional dari Bapak Presiden. Misalnya kemandirian pangan, penanganan kemiskinan, penanganan stunting, angka putus sekolah yang bisa kemudian kita cegah atau kita minimalkan," tuturnya.
Ia juga melihat, calon Rektor memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memajukan Unhas. "Kalau melihat kapasitasnya semua bagus ya, hebat. Nggak akan lolos sampai ke level ini kalau nggak bagus," ucapnya.
6 Bakal Calon Rektor Unhas
Sementara itu, enam bakal calon Rektor Unhas yakni Prof Jamaluddin Jompa, dr Marhaen Hardjo, Prof Budu, Prof Muh Iqbal Djawad, Dr Zulfajri Basri Hasanuddin, dan Prof Sukardi Weda memaparkan visi dan visi di depan 93 Senat Akademik. Hasilnya dari enam bakal calon rektor, tiga orang yakni Prof Jamaluddin Jompa, Prof Budu, dan Prof Sukardi Weda masuk dalam tiga besar.
Petahana Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengaku bersyukur bisa memperoleh 74 suara dari Senat Akademik Unhas. Dengan perolehan suara tersebut, Prof JJ sapaan akrabnya akan bertarung di Pilrek Unhas.
"Suatu kesyukuran, kebanggaan sekaligus saya berterima kasih pada seluruh Civitas Akademika khususnya Senator yang kali ini memberikan percayaan luar biasa dengan perolehan suara 80 persen. Ini di luar dugaan saya, karena saya begitu sibuk menjadi rektor. Tapi senator rupanya telah menentukan sikap untuk tetap meminta saya, lebih banyaknya meminta saya untuk melanjutkan," ujarnya.
Meski meraih suara mayoritas Senat Akademik, Prof JJ enggan jumawa. Alasannya, penentuan apakah kembali menjadi Rektor Unhas atau tidak akan ditentukan oleh Majelis Wali Amanat (MWA) saat Pilrek nanti.
"Tapi tentunya Majelis Wali Amanat akan memperhatikan ini sebagai suatu aspirasi, keinginan daripada keluarga besar Unhas," ucapnya.