Jadi deputi penindakan, Brigjen Firli sebut tugas Kepolisian dan KPK tak jauh beda
Namun, Firli enggan membeberkan soal langkah apa yang diambil. "Mohon maaf saya baru dilantik tentu harus merapatkan barisan. Pertama saya harus membangun dengan rekan saya, saya harus mengaudit diri saya dan mengaudit kedeputian saya," jelas Firli.
Brigjen Firli resmi menjabat sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ditempatkan pada posisi di KPK, Firli mengatakan tugas pokok di Kepolisian dan KPK tidak jauh berbeda, sebab sama-sama penegak hukum.
"Tugas pokok Kepolisian dengan KPK enggak jauh beda. Sama-sama penegakan hukum, sama-sama melakukan penyelidikan, sama-sama melakukan penyidikan. Apa visi misi program khususnya di bidang deputi penindakan sudah saya sampaikan semua kepada pimpinan," kata Firli usai pelantikan di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018).
Mantan Ajudan Wapres Boediono itu memastikan operasi tangkap tangan (OTT) akan dilakukannya sebagai titik awal dirinya menjabat Deputi Penindakan. Namun, Firli enggan membeberkan soal langkah apa yang diambil.
"Mohon maaf saya baru dilantik tentu harus merapatkan barisan. Pertama saya harus membangun dengan rekan saya, saya harus mengaudit diri saya dan mengaudit kedeputian saya," jelas Firli.
Deputi Penindakan sendiri merupakan jabatan krusial di lembaga antirasuah itu. Nantinya, Firli akan membawahi bidang penindakan, termasuk penyelidikan, penyidikan, hingga penuntutan.
Brigjen Firli memulai pendidikannya di Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990. Pria keahiran Prabumulih, 7 November 1963 itu kemudian melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tahun 1997 dan Sekolah Staf Pimpinan (Sespim) 2004.
Sebelum menjabat Kapolda NTB, Firli pernah mengisi jabatan sebagai Kapolres Persiapan Lampung Timur 2001, Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Bahkan, Firli pernah dua kali menjabat sebagai Kapolres, yaitu Kapolres Kebumen dan Kapolres Brebes.
Karier Firli terus melejit, dia sempat menjabat sebagai Wakapolres Metro Jakarta Pusat 2009, Asisten Sespri Presiden 2010, Direskrimsus Polda Jateng 2011, Ajudan Wapres RI 2012, Wakapolda Banten 2014, Karo Dalops Sops Polri 2016, Wakapolda Jateng 2016, Kapolda NTB 2017, dan akhirnya terpilih menjadi Deputi Penindakan KPK.
Baca juga:
KPK tahan ketua dan 4 anggota DPRD Malang
Dirdik Aris Budiman sebut KPK belum periksa Johannes Marliem terkait e-KTP
Aris Budiman ungkap email pegawai KPK, ada Kasatgas dituduh 'kuda troya'
Pesan Ketua KPK ke Irjen Firli: OTT tidak boleh berkurang ya
KPK lantik Deputi Penindakan dan Direktur Penuntutan yang baru
Mantan Wali Kota Batu dituntut hukuman 8 tahun penjara & hak politik dicabut
Gantikan Komjen Heru, Brigjen Firli resmi jabat Deputi Penindakan KPK