Dirdik Aris Budiman sebut KPK belum periksa Johannes Marliem terkait e-KTP
Merdeka.com - Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Aris Budiman meluapkan emosinya di seusai pelantikan Deputi Penindakan, Brigjen Firli. Dia membongkar kinerja KPK dalam kasus e-KTP.
Salah satunya, kata Aris, KPK tidak pernah memeriksa pengusaha Johannes Marliem, yang disebut saksi kunci megakorupsi e-KTP. Bahkan KPK, kata dia, tidak pernah menggeledah perusahaan Johannes, Biomorf Lone Mauritius.
Padahal, Johannes dan perusahaannya memiliki peran penting dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.
"Johannes Marliem tidak pernah diperiksa. Anda bisa cek, ini ucapan saya bisa berisiko hukum bagi saya. Yang ketiga, perusahaan Johannes Marliem yang namanya Biomorf tidak pernah digeledah," ujar Aris usai pelantikan Brigjen Firli sebagai Deputi Penindakan di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Jumat (6/4/2018).
Aries lantas membandingkan kasus tersebut dengan penanganan kasus dugaan korupsi yang ada kaitannya dengan pejabat Mahkamah Agung. Menurut dia, saat itu justru penggeledahan sangat cepat dilakukan.
"Bandingkan salah satu pejabat dari Mahkamah Agung digelar selesai jam 6, jam 8 malam langsung digeledah," ucap Aris.
Usai meluapkan emosinya, Aris langsung bergegas meninggalkan Gedung KPK. Aris enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi mengenai berbagai pernyataannya ini, termasuk mengenai keputusan Polri untuk menariknya ke Bhayangkara.
"Saya masih di KPK," tegas Aris sambil berlalu.
Sebelumnya, Aris mengungkapkan kekecewaanya dengan KPK. Aris mengaku kecewa lantaran dalam email tersebut, salah seorang Kasatgas-nya yang akan kembali ke KPK justru dituduh sebagai kuda troya.
"Hari ini saya terima email penerimaan pegawai, salah satu Kasatgas saya, saya minta kembali menjadi penyidik di KPK. Dan dia adalah penyidik yang baik. Termasuk penerimaan beliau, dan di dalam KPK dikembangkan seolah-olah ini seperti kuda troya," beber Aris.
Kuda troya merupakan istilah di dunia politik untuk menyebut musuh dalam selimut. Aris mengaku membalas email tersebut dengan menyatakan dirinya sebagai kuda troya bagi oknum di KPK.
"Saya balas email itu. Saya katakan bahwa saya adalah kuda troya bagi oknum-oknum yang manfaatkan kesucian KPK untuk kepentingan pribadi," tegas dia.
Dengan ungkapan Aris Budiman tersebut semakin menampakkan bahwa konflik internal yang terjadi di tubuh KPK semakin meruncing.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya