ITDC Nusa Dua Perkuat Gerakan Pelestarian Laut, Dukung Pariwisata Berkelanjutan
ITDC Nusa Dua Bali mengambil langkah proaktif memperkuat gerakan pelestarian laut dan pesisir, menegaskan komitmennya terhadap lingkungan berkelanjutan dan masa depan pariwisata Indonesia.
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, secara aktif memperkuat gerakan pelestarian wilayah pesisir dan laut. Inisiatif ini bertujuan mendukung lingkungan yang berkelanjutan serta masa depan pariwisata nasional. Langkah strategis ini menunjukkan komitmen ITDC terhadap pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab.
General Manager ITDC, I Made Agus Dwiatmika, menegaskan bahwa upaya pelestarian laut memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Sektor pariwisata, yang tumbuh berdampingan dengan lingkungan pesisir, memiliki peran vital dalam gerakan ini. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang signifikan.
ITDC juga menjadi bagian penting dari perayaan Hari Laut Sedunia dan Segitiga Terumbu Karang (World Ocean Day dan Coral Triangle Day). Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan berbagai mitra. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, swasta, dan organisasi lingkungan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Laut Berkelanjutan
Upaya pelestarian laut yang digagas ITDC The Nusa Dua tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. I Made Agus Dwiatmika menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk sektor pariwisata dan seluruh pelaku di dalamnya. Lingkungan pesisir adalah aset berharga yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan ekosistem.
ITDC turut serta dalam perayaan Hari Laut Sedunia dan Segitiga Terumbu Karang yang diprakarsai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Acara berskala nasional ini juga melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, WWF Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ, serta mitra terkait lainnya. Keterlibatan beragam organisasi ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga kesehatan laut.
Puncak agenda peringatan tersebut akan berlangsung di Peninsula Island, Nusa Dua, pada Minggu (7/6). Acara ini akan dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seperti aksi konservasi, edukasi lingkungan, dialog lintas generasi, hingga festival publik. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian laut dapat meningkat.
Rangkaian Aksi Nyata Pelestarian Pesisir dan Laut
Sebelum acara puncak di Nusa Dua, serangkaian kegiatan pelestarian telah dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia. Aksi-aksi tersebut meliputi bersih pantai, penanaman mangrove, edukasi pesisir, dan kampanye pelestarian laut. Kegiatan ini bertujuan menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan nasional.
Wilayah seperti Alor, Kupang, Wakatobi, dan Sumbawa menjadi lokasi pelaksanaan rangkaian kegiatan penting tersebut. Inisiatif ini menunjukkan jangkauan luas dari gerakan pelestarian yang didukung oleh ITDC dan mitra. Keberagaman lokasi mencerminkan komitmen terhadap pelestarian laut di seluruh nusantara.
ITDC secara khusus mendukung konservasi laut, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pengurangan sampah plastik. Selain itu, mereka juga berupaya memperkuat ekonomi biru sebagai bagian dari strategi pelestarian. Ini merupakan pendekatan holistik untuk memastikan keberlanjutan ekosistem laut.
Investasi Masa Depan Melalui Pelestarian Laut
Agus Dwiatmika berharap keterlibatan berbagai pihak dapat memperkuat gerakan bersama dalam menjaga kesehatan laut Indonesia. Pemerintah, organisasi lingkungan, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan generasi muda memiliki peran krusial dalam upaya ini. Laut Indonesia merupakan aset strategis bangsa yang harus dijaga.
Menurut Agus, menjaga laut bukan hanya sekadar agenda lingkungan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang. Investasi ini ditujukan bagi masa depan pariwisata, ekonomi, dan generasi mendatang. Pemahaman ini menyoroti pentingnya pelestarian laut dari perspektif ekonomi dan sosial.
Komitmen ITDC The Nusa Dua dalam pelestarian laut mencerminkan visi untuk menciptakan destinasi pariwisata yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab. Dengan demikian, Bali dapat terus menjadi contoh pengelolaan pariwisata berkelanjutan. Upaya ini akan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews