Inovasi SPPG Polda Kalsel Dipuji DPR RI, Jadi Contoh Program Makan Bergizi Gratis
Anggota DPR RI mengapresiasi Inovasi SPPG Polda Kalsel dalam pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama penerapan SOP ketat dan teknologi canggih yang patut dicontoh.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Sudian Noor, memberikan pujian tinggi terhadap berbagai inovasi yang diterapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). Berlokasi di Banjarbaru dan dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari, SPPG ini dinilai sangat layak menjadi percontohan nasional. Apresiasi ini muncul karena SPPG berhasil memenuhi standar keamanan pangan yang ketat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kunjungan Sudian Noor ke SPPG yang berada di Jalan Salak Timur, Kelurahan Guntung Paikat, Kota Banjarbaru, pada Jumat, 06 Desember, menunjukkan langsung bagaimana operasional dapur dijalankan. Ia menyaksikan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang sangat disiplin. Proses ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Sudian Noor, sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalsel II, secara langsung mengamati kondisi dapur SPPG yang tertata rapi dan terjaga kebersihannya. Penilaian positif ini menggarisbawahi komitmen SPPG Polda Kalsel dalam menyediakan makanan bergizi yang aman dan higienis. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengimplementasikan program serupa.
Penerapan Standar Keamanan Pangan dan Efisiensi Operasional
Salah satu inovasi paling menonjol yang menarik perhatian Sudian Noor adalah penggunaan mesin cuci piring model conveyor otomatis. Teknologi ini memungkinkan proses pencucian ompreng berjalan sangat efektif dan efisien. Dengan mesin canggih ini, SPPG mampu membersihkan lebih dari 2.000 ompreng dalam waktu satu jam, sebuah pencapaian yang luar biasa dan jarang dimiliki oleh SPPG lain di Indonesia.
Sudian Noor mengutip, “Dalam satu jam bisa mencuci bersih lebih dari 2.000 ompreng, ini luar biasa bagaimana Kapolda menginisiasi pengadaan mesin ini yang jarang dimiliki SPPG lain di Indonesia.” Efisiensi ini sangat krusial mengingat SPPG Polda Kalsel memproduksi 3.169 porsi MBG setiap harinya. Produksi dalam jumlah besar ini membutuhkan dukungan operasional yang handal dan cepat.
Selain efisiensi dalam pencucian, SPPG juga menunjukkan komitmen terhadap standar keamanan pangan yang tinggi. Seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi, diawasi ketat sesuai SOP BGN. Hal ini memastikan bahwa setiap porsi makanan yang disalurkan kepada masyarakat adalah makanan yang layak konsumsi dan bergizi.
Komitmen Terhadap Lingkungan dan Aspek Halal
Tidak hanya berfokus pada produksi dan efisiensi, SPPG Polda Kalsel juga dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Keberadaan IPAL ini menunjukkan kepedulian SPPG terhadap lingkungan, memastikan bahwa aktivitas dapur tidak mencemari atau merusak lingkungan sekitar. Ini adalah langkah proaktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Lebih lanjut, sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak habis setiap harinya tidak dibuang begitu saja menjadi sampah. Sisa makanan tersebut diserap oleh pembudidaya ternak untuk dimanfaatkan sebagai pakan. Praktik ini merupakan contoh nyata dari ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Meskipun demikian, Sudian Noor memberikan masukan penting terkait penggunaan bahan baku. Ia menekankan bahwa bahan baku hewan unggas harus berasal dari Rumah Potong Unggas (RPU) yang sudah bersertifikasi halal. Hal ini sangat penting mengingat mayoritas penerima manfaat MBG di Kalsel adalah muslim, sehingga sertifikasi halal menjadi kebutuhan mendasar untuk menjamin kenyamanan dan kepercayaan penerima manfaat.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyambut baik masukan tersebut. Ia menyatakan, “Sertifikasi halal sudah dua bulan kita ajukan. Untuk usulan RPU tentu kami dukung sepenuhnya agar secepatnya bisa terealisasi.” Kapolda berjanji akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai pembangunan RPU mini. Langkah ini menunjukkan responsifnya Polda Kalsel terhadap saran dari DPR RI demi peningkatan kualitas dan kepercayaan publik terhadap program yang dijalankan.
Sumber: AntaraNews