Inovasi Mahasiswa ULM: Pengolahan Limbah Jeruk di Danda Jaya Hasilkan Minyak Atsiri Bernilai Ekonomi
Tim mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sukses memberdayakan warga Desa Danda Jaya melalui program pengolahan limbah jeruk menjadi minyak atsiri dan produk bernilai ekonomi lainnya, sekaligus mengurangi sampah organik.
Tim mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah meluncurkan inisiatif inovatif di Desa Danda Jaya, Kalimantan Selatan. Mereka mengajarkan warga setempat cara mengolah limbah jeruk yang melimpah. Program ini bertujuan mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti minyak atsiri.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Program Bina Desa Berdampak yang digagas oleh ULM. Fokus utamanya adalah mengatasi masalah penumpukan sampah organik di desa tersebut. Limbah jeruk busuk menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah yang belum terkelola optimal.
Ketua Kelompok Tim Mahasiswa ULM, Achmad Akmal Maulana, menjelaskan tujuan program ini. Mereka ingin membantu masyarakat mengelola komoditas lokal secara lebih baik. Hal ini sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi serta mengurangi volume sampah.
Mengubah Sampah Jeruk Menjadi Minyak Atsiri
Program Bina Desa Berdampak ULM ini berfokus pada pengolahan limbah jeruk yang seringkali terbuang percuma. Mahasiswa ULM membimbing warga Desa Danda Jaya dalam proses ekstraksi minyak atsiri. Minyak atsiri dipilih karena potensi ekonominya yang menjanjikan di pasar.
Achmad Akmal Maulana menjelaskan bahwa minyak atsiri, atau essential oil, adalah senyawa aromatik volatil murni. Senyawa ini diekstrak dari tumbuhan melalui metode penyulingan. Produk ini dikenal luas untuk aromaterapi, kesehatan, dan relaksasi.
Minyak atsiri memiliki aroma kuat khas tanaman asalnya yang memberikan berbagai manfaat. Manfaat tersebut meliputi merelaksasi pikiran, meredakan nyeri, serta berfungsi sebagai antiseptik alami. Potensi ini menjadikan minyak atsiri sebagai produk unggulan dengan nilai jual tinggi.
Inovasi Produk Lain dan Pemberdayaan Warga
Selain fokus pada pengolahan limbah jeruk menjadi minyak atsiri, tim mahasiswa ULM juga memperkenalkan inovasi produk lainnya. Warga Desa Danda Jaya diajarkan membuat sirup jeruk yang lezat dan menyegarkan. Inisiatif ini menambah variasi produk olahan dari komoditas jeruk lokal.
Tak hanya itu, mahasiswa ULM turut membimbing warga dalam pembuatan biopori. Biopori ini memanfaatkan sampah kulit jeruk yang sebelumnya dianggap tidak berguna. Langkah ini menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Program ini melibatkan 14 mahasiswa dari berbagai fakultas ULM, yaitu Teknik, Pertanian, dan MIPA. Mereka dibimbing oleh dosen Abdul Haris MSi. Kolaborasi antar disiplin ilmu ini memperkaya pendekatan dalam pemberdayaan masyarakat.
Tujuan dan Dampak Program Bina Desa Berdampak
Program Bina Desa ULM Berdampak dirancang sebagai wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan secara langsung. Ini memberikan pengalaman nyata dalam memecahkan masalah di lapangan.
Program ini tidak hanya berorientasi pada dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Namun, juga bertujuan mengasah kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah mahasiswa. Target luaran program mencakup publikasi ilmiah dan jurnal pengabdian.
Selain itu, dokumentasi kreatif juga menjadi salah satu target penting dari program ini. Diharapkan inisiatif pengolahan limbah jeruk ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain. Hal ini demi menciptakan kemandirian ekonomi dan kebersihan lingkungan.
Sumber: AntaraNews