Indonesia dan Belarus Perkuat Kerja Sama Jelang Kunjungan Presiden Lukashenko
Indonesia dan Belarus tengah intensif membahas penguatan Kerja Sama Indonesia Belarus di berbagai sektor, termasuk ekonomi dan perdagangan, menjelang kunjungan Presiden Alexander Lukashenko ke Jakarta pada Juli 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Menteri Luar Negeri Belarus Maxim Ryzhenkov di Minsk pada 15 Mei. Pertemuan penting ini bertujuan membahas penguatan kerja sama bilateral antara kedua negara. Diskusi tersebut dilakukan sebagai persiapan menjelang rencana kunjungan Presiden Belarus Alexander Lukashenko ke Indonesia pada Juli 2026.
Dalam pernyataan yang dikutip pada Minggu, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa forum di Minsk telah memfinalisasi peta jalan terukur untuk kolaborasi di berbagai bidang. Bidang-bidang ini mencakup perdagangan, investasi, misi kemanusiaan, urusan sosial, serta budaya. Pertemuan tingkat lanjut ini sangat krusial untuk memastikan kunjungan Lukashenko menghasilkan perjanjian bilateral yang berorientasi pada praktik.
Airlangga Hartarto dan Maxim Ryzhenkov juga memanfaatkan pertemuan di Minsk untuk mendiskusikan rencana pembukaan penerbangan langsung antara kedua negara. Pembahasan ini diharapkan menjadi sorotan utama selama pembicaraan tingkat tinggi yang akan datang pada Juli. Kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai cara Indonesia dan Belarus menyelaraskan kebijakan visa guna meningkatkan mobilitas.
Peningkatan Hubungan Bilateral dan Mobilitas
Indonesia dan Belarus menunjukkan komitmen kuat untuk memperdalam hubungan diplomatik dan memfasilitasi mobilitas antarnegara. Kedua menteri mencatat bahwa penyelarasan kebijakan visa akan memberikan manfaat bagi wisatawan internasional maupun pelaku bisnis. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertukaran budaya dan ekonomi yang lebih besar di masa mendatang.
Selain itu, Indonesia menegaskan niatnya untuk mendirikan kedutaan besar di Minsk guna memperkuat ikatan diplomatik. Pembukaan kedutaan ini merupakan sinyal jelas dari Indonesia untuk membangun kehadiran yang lebih permanen dan strategis di Belarus. Inisiatif ini akan mempermudah koordinasi dan implementasi berbagai program kerja sama yang telah disepakati.
Pertemuan tersebut juga membahas potensi pertukaran pelajar dan pekerja profesional antara kedua negara. Peluang ini termasuk bagi talenta Indonesia untuk bergabung dengan institusi kesehatan di Belarus yang diakui memiliki kualitas tinggi. Airlangga Hartarto menyambut baik prospek ini dan menekankan pentingnya memperluas program tersebut untuk memperkuat modal manusia nasional.
Kerja Sama Ekonomi dan Industri Strategis
Di sektor pertumbuhan industri, kedua belah pihak menjajaki jalur baru untuk kolaborasi dalam kendaraan listrik, semikonduktor, dan pupuk kalium. Belarus memiliki pasokan bahan baku pupuk kalium yang melimpah, menjadikannya mitra strategis bagi Indonesia. Pengamanan pasokan pupuk sangat penting bagi tujuan Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan melalui hilirisasi sumber daya alam, termasuk komoditas pangan.
Pertemuan tersebut juga membahas peluang perdagangan, dengan kedua menteri menyoroti proses ratifikasi Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (IEAEU FTA). Ryzhenkov menyampaikan bahwa parlemen Belarus telah meratifikasi perjanjian tersebut, yang kini menunggu persetujuan presiden. Sementara itu, Indonesia menargetkan untuk menyelesaikan ratifikasi perjanjian ini pada paruh kedua tahun 2026.
Kerja sama ini sejalan dengan prioritas ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pertukaran profesional dan pelajar akan mendukung visi ini. Kolaborasi di bidang industri strategis seperti kendaraan listrik dan semikonduktor juga akan mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi di kedua negara.
Poin-Poin Penting Kerja Sama Indonesia-Belarus:
- Peta jalan kolaborasi terukur telah difinalisasi di berbagai bidang seperti perdagangan, investasi, dan budaya.
- Rencana pembukaan penerbangan langsung dan penyelarasan kebijakan visa sedang dibahas untuk meningkatkan mobilitas.
- Kerja sama industri mencakup kendaraan listrik, semikonduktor, dan pupuk kalium, serta ratifikasi IEAEU FTA.
Sumber: AntaraNews