Imigrasi Lhokseumawe Salurkan Bantuan Sumur Bor untuk Meunasah dan Polindes di Bireuen
Kantor Imigrasi Lhokseumawe menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan sumur bor untuk meunasah dan polindes di Bireuen, Aceh, sebagai bagian dari program Imipas Peduli Bencana.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe telah menyerahkan donasi berupa sumur bor di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk pondok bersalin desa (polindes) dan meunasah di wilayah terdampak bencana. Penyerahan sumur bor ini merupakan bagian dari Program Imipas Peduli Bencana yang digagas oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, menyatakan bahwa bantuan diserahkan di Desa Samuti Rayeuk, Kecamatan Gandapura. Lokasi ini merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. Kegiatan ini menegaskan komitmen Imigrasi dalam mendukung pemulihan pascabencana.
Penyerahan bantuan sumur bor dilakukan secara resmi dengan penandatanganan berita acara serah terima. Hal ini menandai selesainya pembangunan dan kesiapan sumur bor untuk dimanfaatkan langsung oleh masyarakat setempat. Seluruh proses penyerahan berlangsung tertib dan lancar, dihadiri oleh pejabat struktural dan pegawai Kantor Imigrasi Lhokseumawe.
Wujud Nyata Kepedulian Imigrasi Melalui Program Imipas Peduli Bencana
Bantuan sumur bor yang disalurkan oleh Imigrasi Lhokseumawe merupakan bagian integral dari Program Imipas Peduli Bencana. Inisiatif ini digulirkan sebagai respons cepat terhadap kebutuhan dasar masyarakat di daerah yang terdampak bencana. Fokus utamanya adalah penyediaan akses air bersih yang vital bagi keberlangsungan hidup warga.
Azhan Miraza menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 Tahun 2026. Momen ini dimanfaatkan untuk memperkuat dukungan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh. Imigrasi menunjukkan perannya yang lebih luas dari sekadar fungsi keimigrasian.
Menurut Azhan, sumur bor ini menjadi bukti nyata kepedulian Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses air bersih yang seringkali terganggu pascabencana. Kehadiran negara dirasakan langsung melalui program konkret semacam ini.
Manfaat Jangka Panjang untuk Kesehatan dan Keagamaan Masyarakat
Sumur bor yang telah dibangun diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Samuti Rayeuk. Air bersih yang tersedia akan sangat vital untuk mendukung operasional polindes setempat. Ketersediaan air bersih di polindes penting untuk menjaga sanitasi dan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Selain itu, sumur bor juga akan dimanfaatkan oleh meunasah, pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Ketersediaan air bersih di meunasah akan menunjang berbagai aktivitas, termasuk kegiatan ibadah dan kebersihan lingkungan. Ini menunjukkan bantuan yang diberikan memiliki dampak multi-sektoral.
Azhan Miraza menegaskan bahwa kegiatan sosial ini adalah bagian dari komitmen insan imigrasi. Mereka tidak hanya fokus pada pelayanan dan penegakan hukum keimigrasian. Namun juga aktif berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan yang berdampak positif. Bantuan sumur bor ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat serta mempercepat pemulihan pascabencana.
Sumber: AntaraNews