Ibu Rumah Tangga di Kampar Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Diduga Dibunuh Perampok, Emas dan Uang Rp40 Juta Raib
Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Rani (17) di rumahnya yang terleltak di Dusun Kampung Lintang RT/RW 001/001, Desa Tambang, Kampar.
Ibu rumah tangga (IRT) Lisma Donna Riasta (43) ditemukan tewas bersimbah darah dan barang berharga miliknya raib. Dia menjadi korban perampokan orang tak dikenal yang masuk ke rumahnya Minggu (23/).
Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya, Rani (17) sekitar pukul 10.30 WIB di rumahnya yang terleltak di Dusun Kampung Lintang RT/RW 001/001, Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
"Kondisi sudah tidak bernyawa di dapur rumah mereka," ujar Kapolres Kampar, AKBP Ronald Sumaja Senin (24/2).
Kronologi
Ronald mengatakan peristiwa itu berawal ketika telepon selular korban tidak bisa dihubungi oleh kerabatnya. Hal itu diberitahukan kepada anak korban.
Anak korban bersama sejumlah tetangga mencoba mencari tahu keberadaan korban. Setibanya di rumah korban, saksi mendapati pintu belakang rumah terbuka.
"Setelah memasuki rumah, mereka menemukan korban tergeletak di dapur dalam keadaan tertelentang, kepala korban berdarah. Di sekitar tubuh korban, ditemukan dua tabung gas LPG 3 kilogram," kata Ronald.
Korban kemudian dibawa ke Aulia Hospital untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.
Tak ayal, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.
Kemudian kejadian itu dilaporkan ke aparat kepolisian. Petugas langsung turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Menurut keterangan anak korban, beberapa barang milik ibunya hilang, di antaranya sebuah tas warna hitam yang berisi uang tunai sekitar Rp40 juta, serta dua cincin emas yang dikenakan korban," jelas Ronald.
Selain itu, ditemukan bekas congkelan di pintu belakang rumah korban yang diduga menjadi indikasi adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan.
"Diduga korban tindak pidana pencurian dengan kekerasan, mengingat hilangnya barang berharga dan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," tutur Ronald.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami kasus ini untuk mengungkap pelaku di balik kematian korban. "Kami masih melakukan penyelidikan," pungkas Ronald.