Hujan deras tak surutkan mahasiswa pembela Islam demo tolak Ahok
Aksi mereka mendapat pengawasan ketat dari kepolisian.
Sidang Paripurna Istimewa DPRD DKI telah menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo. Pengumuman dibacakan oleh ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi dalam rapat yang berlangsung hanya 5 menit.
Pengumuman Ahok sebagai Gubernur, bertepatan dengan aksi unjuk rasa yang rutin digelar oleh Front Pembela Islam (FPI), di depan gedung DPRD setiap hari Jumat. Pengamanan di depan gedung DPRD pun semakin diperketat. Ratusan personel kepolisian mulai terlihat berjaga-jaga di depan gedung.
Pantauan merdeka.com, meski cuaca mendung dan mulai gerimis, sejumlah demonstran mulai datang ke depan gedung DPRD. Pihak kepolisian pun telah menyiapkan 2 unit mobil water canon dan juga satu unit mobil barracuda untuk mengantisipasi kericuhan.
"Usir.. Usir.. Usir si Ahok sekarang juga," teriak para pendemo saat memulai aksinya.
Meski hujan mengguyur, belasan demonstran yang tergabung dalam Mahasiswa Pembela Islam tetap mencaci maki Ahok dengan kata-kata kasar. Belum terlihat massa dari FPI di gedung DPRD.
Aksi unjuk rasa masih berjalan dengan damai, petugas polisi yang berjaga-jaga berbaris membuat pagar betis demi mencegah para demonstran memasuki halaman gedung DPRD.
Baca juga:
Mereka 'tertawakan' niat Ahok bubarkan FPI
Eks relawan Jokowi-Ahok galang dukungan lawan FPI
KPI minta lembaga penyiaran tak eksploitasi konflik Ahok vs FPI
Politikus PDIP minta Ahok dan FPI lakukan 'gencatan senjata'
Ahok: Pembubaran bukan solusi, FPI bisa ganti nama