Politikus PDIP minta Ahok dan FPI lakukan 'gencatan senjata'
Merdeka.com - Politikus PDIP Hendrawan Supratikno angkat bicara soal perseteruan plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Front Pembela Islam (FPI). Menurut dia, perseteruan terjadi karena kedua belah pihak saling salah persepsi.
Hendrawan mencontohkan, dalam kacamata Ahok begitu dengar kata FPI, yang muncul di benaknya keberingasan, kebrutalan, ketidaktoleranan. Begitu juga sebaliknya, kata dia, di benak FPI begitu dengar nama Ahok, itu otoriterisme, arogansi. Padahal itu kan tidak benar.
"Solusinya duduk bersama, dari hati ke hati untuk mengoreksi distorsi tadi. Ahok harus bisa jelaskan ke FPI, kalau nama Ahok didengar FPI bukan yang tadi, arogansi, otoriterisme, tapi kejujuran, karena dalam tanda kutip Ahok ini orang bersih," ujar Hendrawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/11).
Anggota DPR ini mengimbau kepada kedua belah pihak agar saling menahan diri. Bahkan dia meminta agar antara Ahok dan FPI lakukan gencatan senjata.
"Saya ingin semua pihak menahan diri. Coba bayangkan garis yang memisahkan Korsel dan Korut. Dua tentara itu yang bermusuhan tegap semua. Tapi bila salah satu mengangkat senjata, langsung balas membalas. ini (Ahok-FPI) juga gitu. Jadi harus ada gencatan senjata. Ada niat untuk bersabar, untuk mendengarkan orang lain," terang dia.
(mdk/mtf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya