HMJ Biologi UIN Alauddin Makassar Raih Pendanaan Rp50 Juta Program FOLU Net Sink 2030
HMJ Biologi FST UIN Alauddin Makassar berhasil meraih pendanaan Rp50 juta dari program FOLU Net Sink 2030 untuk kegiatan Kemah Konservasi di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sukses meraih pendanaan signifikan. Mereka mendapatkan Rp50 juta melalui program Layanan Dana Masyarakat. Dana ini adalah bagian dari inisiatif nasional FOLU Net Sink 2030.
Keberhasilan ini diumumkan oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) setelah proses seleksi ketat. Proses tersebut melibatkan berbagai lembaga dan organisasi dari seluruh Indonesia. Pendanaan ini akan mendukung kegiatan pelestarian lingkungan.
Ketua HMJ Biologi FST UIN Alauddin Makassar, Abdul Muhaimin, menyatakan bahwa capaian ini menjadi motivasi. Mahasiswa diharapkan dapat lebih aktif berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.
Dukungan FOLU Net Sink untuk Edukasi Lingkungan
HMJ Biologi FST UIN Alauddin Makassar berhasil mengamankan pendanaan sebesar Rp50 juta. Dana ini diperoleh dari program FOLU Goes to School, yang merupakan bagian integral dari FOLU Net Sink 2030. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen mahasiswa terhadap isu lingkungan.
Pendanaan ini akan dimanfaatkan untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa Kemah Konservasi yang menargetkan pelajar SMA/sederajat. Peserta berasal dari seluruh Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Kegiatan Kemah Konservasi direncanakan akan berlangsung pada 24 April 2026. Fokus utamanya adalah edukasi dan partisipasi aktif dalam penghijauan. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
HMJ Biologi FST UIN Alauddin Makassar termasuk dalam kategori penerima bantuan. Mereka terpilih pada subtematik penghijauan dan reboisasi. Ini menegaskan relevansi proposal yang diajukan.
Kemah Konservasi di Pesisir Bulukumba
Abdul Muhaimin, mahasiswa semester VI, menjelaskan lokasi pelaksanaan kegiatan. Kemah Konservasi akan dipusatkan di wilayah pesisir Dego-dego dan Luppung. Kedua lokasi ini berada di Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.
Pemilihan lokasi pesisir ini sangat strategis untuk kegiatan konservasi. Wilayah ini seringkali rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak langsung pada ekosistem setempat.
Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan edukasi lingkungan komprehensif. Mereka juga akan terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan dan konservasi. Ini mencakup penanaman pohon dan pembersihan area pesisir.
Partisipasi aktif pelajar SMA diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran. Mereka akan menjadi agen perubahan dalam pelestarian lingkungan di masa depan. Ini sejalan dengan tujuan utama program FOLU Net Sink.
FOLU Net Sink 2030: Komitmen Lingkungan Nasional
Program FOLU Net Sink 2030 adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang ambisius. Tujuannya adalah mendukung pelestarian hutan dan lingkungan secara berkelanjutan. Program ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat.
Target utama program ini adalah sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Diharapkan sektor ini mampu menyerap emisi karbon lebih besar. Target ini harus tercapai dibandingkan emisi yang dihasilkan pada tahun 2030.
Inisiatif FOLU Net Sink dijalankan melalui berbagai skema pemberdayaan masyarakat. Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) mengelola skema ini. Program ini juga didukung pendanaan hibah internasional dari Pemerintah Norwegia.
Keterlibatan HMJ Biologi UIN Alauddin Makassar merupakan contoh nyata. Ini menunjukkan bagaimana program nasional dapat diimplementasikan di tingkat lokal. Upaya kolektif sangat penting untuk mencapai target Net Sink 2030.
Sumber: AntaraNews