HMI akui ada rombongan kadernya makan tidak bayar di Riau
Mereka mengaku sudah melunasi utang di warung makan di Kabupaten Indragiri Hulu.
Kongres Himpunan Mahasiswa Islam ke-29 digelar di Pekanbaru, Riau, tercoreng oleh ulah kader organisasi itu. Salah satunya soal rombongan korps hijau hitam yang makan tanpa membayar saat singgah di rumah makan dan warung, di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Ketua Korps Alumni HMI Indragiri Hulu, Marliyus, mengakui ada kejadian kader HMI makan tanpa membayar. Dia menyatakan sudah bertemu dengan pihak rumah makan dan telah menyelesaikan persoalan tagihan.
"Hanya miskomunikasi saja soal jumlah tagihan. Adik-adik HMI minta pihak rumah makan menghitung dengan benar. Namun itu sudah diselesaikan dengan baik," kata Marliyus saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (23/11).
Meski demikian, Marliyus mengaku membayarkan tagihan makanan dari warung itu.
"Dan setelah dihitung maka sudah kita selesaikan," tambah Marliyus.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pekan lalu. Saat itu, rombongan kader HMI yang menghadiri kongres ke-29 di Pekanbaru singgah di rumah makan Umega. Usai makan, rombongan ini tidak membayar tagihan sebesar Rp 12 juta. Tak hanya di rumah makan Umega, pemilik warung-warung kecil berada di sekitar mengaku turut merugi ratusan ribu rupiah. Sebab rombongan itu makan dan minum lalu tidak membayar.
Baca juga:
Tak dapat tiket gratis dari Lion Air, kader HMI terlantar di bandara
Kader HMI ditimpuk pakai batu, polisi imbau jangan terprovokasi
Minta maaf, HMI Sulselbar tak jamin kongres akan berjalan damai
Peserta kongres HMI kedapatan bawa keris, golok hingga pistol
Selain kucuran Rp 3 miliar, kongres HMI juga disponsori Lion Air
Ini nama-nama kandidat calon ketua umum HMI 2016-2018