Hingga ditemukan, keluarga pramugari AirAsia gelar yasinan
"Cuma doa dan harapan yang bisa kami lakukan," kata Herman.
Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Khairunisa (22), pramugari AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang hilang kontak sejak Minggu (28/12) pagi. Sebagai pengharapan, keluarga gadis cantik itu akan menggelar yasinan setiap Maghrib hingga Nisa, sapaan akrabnya, berhasil ditemukan.
Herman (44), paman Nisa mengungkapkan, keluarga sudah sepakat menggelar doa bersama setiap malam di rumah orangtua Nisa di Jalan Pipa, Nomor 976, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning, Palembang, untuk keselamatan Nisa dan penumpang pesawat nahas itu.
"Tiap malam habis Maghrib, kami bersama tetangga yasinan. Itu sampai Nisa ditemukan dan dibawa pulang ke rumah," ungkap Herman kepada merdeka.com, Selasa (30/12).
Diakuinya, keluarga masih terpukul dengan kabar tersebut. Namun, mereka masih berharap Nisa segera ditemukan dengan selamat. "Cuma doa dan harapan yang bisa kami lakukan," kata dia.
Dikatakan, orangtua Nisa, Haidir Fauzi dan Rohana saat ini masih berada di Surabaya untuk mencari informasi keberadaan anak bungsu dari tiga bersaudara itu.
"Nisa memang bercita-cita jadi pramugari. Dia itu orangnya nekat. Keluarga hanya mendukung saja," tukasnya.
Baca juga:
INFOGRAFIS: Data dan fakta AirAsia QZ8501
Duka keluarga penumpang usai serpihan AirAsia ditemukan di laut
Pangkalanbun jadi pusat evakuasi pesawat AirAsia QZ 8501
11 Penyelam TNI AL diterjunkan cari korban pesawat AirAsia
Jokowi akan terbang ke Pangkalanbun cek serpihan AirAsia
Cari AirAsia, Komisi V minta 3 hal pada Basarnas dan Kemenhub
Pesawat Hercules sampai terbang rendah cek serpihan AirAsia