Heli Caracal Pantau dari Atas, Terlihat Badan dan Ekor Diduga Pesawat ATR 42-500 di Utara Puncak Gunung Bulusaraung
Terlihat serpihan pesawat berwarna putih di bukit Gunung Bulusarung. Dengan titik koordinat pesawat S 04 55 46 E 119 44 51- H 2213.
Helikopter Caracal yang dikerahkan TNI AU akhirnya melihat badan dan ekor diduga milik pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang hilang kontak. Lokasi badan dan ekor pesawat tersebut terlihat di sebelah utara dari puncak Gunung Bulusaraung.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan pada pukul 06.30 Wita, Lanud Hasanuddin telah memberangkatkan Helikopter Caracal untuk melakukan pencarian. Beberapa menit mengudara, Heli Caracal melihat serpihan pesawat berwarna putih di bukit Gunung Bulusaraung.
"Koordinat serpihan pesawat S 04 55 46 E 119 44 51- H 2213. Kami diinfokan dari kru heli bahwa telah terlihat serpihan window kecil," ujarnya kepada wartawan, Minggu (18/1).
Selanjutnya, heli Caracal juga melihat badan dan ekor pesawat yang diduga milik pesawat IAT ATR 42-500. Andi Sultan menyebut temuan badan dan ekor pesawat tersebut berada di lereng bagian utara dari puncak Gunung Bulusaraung.
"Pada pukul 07.49 Wita, penemuan badan dan ekor pesawat di lereng bagian selatan. Kalau dari puncak itu di bagian utaranya," ungkapnya.
Tim Menuju Lokasi Penemuan
Andi Sultan menyebut sudah mengirimkan tim untuk menuju ke lokasi ditemukannya badan dan ekor pesawat. Meski demikian, kata Andi Sultan, untuk menuju ke lokasi tersebut jalan cukup terjal.
"Saat ini teman-teman masih sementara (ke lokasi penemuan), karena akses untuk turun ke badan pesawat cukup terjal. Untuk itu kami menghitung safety-nya dulu," tuturnya.
Siapkan Jalur Evakuasi Pesawat
Selain jalan yang terjal, kabut tebal juga menjadi kendala pencarian. Andi Sultan menyebut sudah menyiapkan jalur evakuasi jika badan dan ekor pesawat benar-benar sudah dijangkau.
"Evakuasi kami merencanakan tetap menggunakan jalur yang pendakian dan mudah dijangkau. Sebenarnya ada yang dekat cuma terjal, makanya kami mengambil safety-nya saja, karena di sini ada 476 personel yang bisa membantu proses evakuasi," ucapnya.