Hehamahua usul pimpinan KPK harus eks jenderal & jaksa berpengaruh
Dia menyebut penanganan korupsi oleh KPK lebih banyak aksi ketimbang pencegahan.
Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi Abdullah Hehamahua Abdullah Hehamahua mengatakan, anggota komisioner KPK jangan pejabat resmi, melainkan yang sudah pensiun. Dia menambahkan, pejabat pensiun tersebut haruslah yang memiliki pengaruh.
"Mantan polisi, jaksa dan BPKP punya pengaruh. KPK jilid 1 bagus karena latar belakang, Pak Ruki Jenderal Polisi, Pak Tumpak, Jaksa Agung, jadi hubungan lebih baik, komisioner depan kayak gitu," kata Hehamahua dalam diskusi Talkshow Bincang Senator, Minggu (15/3).
Mantan narapidana politik era Orde Baru itu menambahkan, saat pertama kali masuk KPK, dirinya pernah mengusulkan jika lembaga anti rasuah itu untuk menangkap semua Jenderal di kepolisian yang diduga melakukan korupsi.
"Ketika masuk KPK, saya mengusulkan tangkap 1, 2 Jenderal polisi sehingga ada efek jera di bawahannya, seperti yang dilakukan KPK Hongkong," ujarnya.
Lebih lanjut, Hehamahua menyayangkan langkah penanganan korupsi di Indonesia. Menurutnya, cara efektif mengurangi korupsi adalah dengan melakukan pencegahan.
"Pak Ruki? Beliau kan Plt, kan darurat, kalau mobil pemadam kan bisa mengatasi, salahnya kita melakukan pendekatan pemadaman, kita tidak menyelesaikan akar permasalahan. Persoalannya, penyakit aslinya tidak disembuhkan," paparnya.
Baca juga:
Tim 9 minta perkara Bambang dan Samad dihentikan, bukan ditunda
Menagih janji Jokowi zaman kampanye mau perkuat KPK & lawan korupsi
Tim 9 sebut KPK atur siasat sebelum ajukan PK praperadilan BG
Beda perlakukan demonstran, pegawai KPK disemprot polisi
Aktivis desak KPK melakukan PK ke MA atas putusan Praperadilan BG
Kasus Bambang dan Samad ditunda, KPK-Polri sudah damai?
KPK tahan Rizal Abdullah terkait korupsi Wisma Atlet