Heboh air laut surut, warga beramai-ramai ke Pantai Karangantu
Warga penasaran dengan fenomena yang oleh warga lokal dianggap biasa saja.
Surutnya air laut di Pantai Karangantu, Banten, menjadi tontonan warga yang penasaran ingin menyaksikan langsung kondisi pantai tersebut. Apalagi sempat beredar isu akan terjadi tsunami.
"Saya penasaran aja pengen lihat, katanya surutnya lebih satu kilometer. Saya tahu dari berita-berita aja," kata Agus salah seorang pengunjung Karangantu asal Cipare, Kota Serang, Sabtu (8/2) seperti dilansir Antara.
Dia mengatakan, sebelumnya banyak beredar dari berbagai pemberitaan media bahwa pantai Karangantu airnya surut berbeda dari biasanya. Bahkan, ia juga mendengar adanya isu akan terjadi tsunami karena sudah beberapa hari pantai tersebut airnya surut.
Namun demikian, kata dia, setelah menyaksikan langsung kondisi pantai tersebut, dia sudah tidak lagi penasaran dan melihat kondisi tersebut biasa-biasa aja. Hanya saja memang surutnya pantai tersebut, lebih luas karena tumpukan lumpur lebih banyak.
"Ini biasa aja, mungkin karena lumpurnya aja lebih banyak. Jadi terlihat seperti lebih jauh surutnya," kata Agus.
Ratusan warga tampak berjejer di sepanjang tembok pemecah ombak di Pantai Karangantu. Warga yang datang tersebut ingin menyaksikan langsung kondisi pantai Karangantu yang diisukan surut hingga lebih satu kilometer dan ikan mati serta adanya isu akan terjadi tsunami.
Muhtar salah seorang warga Karangantu mengatakan, sejak adanya pemberitaan mengenai surutnya pantai Karangantu di media, banyak warga yang penasaran untuk melihat kondisi pantai.
Padahal, kata dia, pemandangan tersebut bagi warga Karangantu biasa-biasa saja karena sudah pemandangan setiap hari. "Bagi kami warga di sini sudah tidak aneh lagi. Ini biasa aja, tidak ada yang berlebihan. Kenapa warga di luar jadi pada ribut," kata Muhtar.
Menurut dia, dengan kondisi tersebut para nelayan dan warga di Karangantu merasa tidak ada gangguan, karena kondisi seperti itu terjadi setiap hari.
"Air laut pasang surut kan biasa setiap hari juga. Kecuali kalau memang surutnya setelah ada gempa, kami juga khawatir," kata Muhtar.
Kepala BMKG Serang Parmin mengatakan, sejak adanya pemberitaan mengenai surutnya pantai Karangantu serta adanya isu akan ada tsunami, BMKG banyak menerima pertanyaan dari warga yang tinggal di sekitar pantai, seperti dari Labuan, Desa Teluk, Kecamatan Sumur Pandeglang dan dari pihak pengelola hotel di Anyer.
"Kami menerima laporan banyak warga di Labuan sudah berkemas akan mengungsi karena khawatir. Ini sudah kami jelaskan bahwa isu tersebut tidak benar, kami minta warga tetap tenang," kata Parmin.
Selain kepada warga, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada pihak pengelola hotel di sekitar Pantai Anyer. "Masyarakat diimbau tidak resah dan panik dengan adanya isu tsunami, serta selalu berkoordinasi dengan BMKG berkaitan dengan gempa dan tsunami," kata Parmin.
Tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat memantau langsung kondisi surutnya air laut di pantai Karangantu, Kota Serang, untuk memastikan bahwa kondisi tersebut fenomena biasa.
Baca juga:
Kapolres ancam pidanakan penyebar isu tsunami di Serang
Pantai Karangantu Banten surut hingga 1 Km, warga takut tsunami
Terseret tsunami Krakatau, kapal kuno terkubur di bukit Kepayang
4 Sejarah tsunami besar yang pernah hantam Indonesia
Awal penyebutan dan penggunaan kata tsunami