LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hasil Investigasi: Kinerja Perawat RS Siloam Korban Penganiayaan Sesuai SOP

Majelis Etik Keperawatan dan Komite Keperawatan mengeluarkan hasil investigasi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Christina Ramauli (28) terhadap pasien yang berujung penganiayaan.

2021-04-19 16:33:24
Siloam Hospital
Advertisement

Majelis Etik Keperawatan dan Komite Keperawatan mengeluarkan hasil investigasi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan perawat Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang Christina Ramauli (28) terhadap pasien yang berujung penganiayaan.

Hasilnya, tidak terjadi pelanggaran kode etik yang dilakukan Christina.

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan Subhan Haikal mengungkapkan, kedua lembaga itu masing-masing melakukan investigasi. Majelis Etik Keperawatan berasal dari PPNI dan Komite Etik diturunkan dari RS yang bersangkutan.

Advertisement

"Hasil investigasi semuanya sudah keluar, hasilnya sudah sesuai SOP dan perawat tersebut sudah melaksanakan tugas dengan baik," ungkap Subhan, Senin (19/4).

Dikatakan, investigasi dilakukan salah satunya dengan menggali fakta di lapangan saat korban merawat pasien hingga sebelum terjadinya penganiayaan. Investigasi dapat dipertanggungjawabkan jika dibutuhkan dalam proses hukum.

"Dan yang jelas saya meyakini RS Siloam tidak sembarang memilih orang bekerja di sana. Dengan kondisi ini saya meyakini bahwa kualitas perawat di sana cukup baik walaupun kita tidak bersaksi," kata dia.

Advertisement

Terkait tudingan istri tersangka yang menyebut korban Christina psikopat dan bekerja tidak profesional, Subhan menyebut tidak beralasan. Pembelaan istri tersangka dinilai mengada-ada dan tidak masuk akal.

"Misalnya menyebut jarum patah, padahal infus itu tidak ada jarumnya, itu plastik. Atau bilang psikopat dan tidak lulus seleksi, saya pastikan tidak benar. Siloam tidak akan menerima karyawan kaleng-kaleng, tidak mungkin mengorbankan citranya hanya karena satu karyawan," ujarnya.

"Ya kesalahan dan kebenaran itu milik Tuhan, tapi dari investigasi semuanya sudah standar, SOP," tutupnya.

Baca juga:
Usai Dianiaya Ayah Pasien, Perawat RS Siloam Sempat Ingin Berhenti Kerja
Sempat Trauma Berat, Perawat RS Siloam Korban Penganiayaan Kini Sudah Bisa Senyum
Polisi Prioritaskan Penganiayaan Perawat, Setelah itu Kasus Perusakan oleh Jason
Selain Penganiayaan Perawat, Jason Juga Terancam Dikenakan Pasal Pengerusakan
Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.