Harta Benda Terbakar Saat Rusuh Wamena, Gani Pilih Pulang ke Halmahera Selatan
Gani telah merantau ke Papua sejak tahun 1995 jadi sekitar 20 tahun bekerja sebagai pegawai Kesbangpol di Kota Wamena.
36 pengungsi dari Wamena asal Maluku Utara tiba di pelabuhan Ahmad Yani Ternate. Para pengungsi dibawa menggunakan kapal penumpang KM Sinabung.
"Saat tiba, mereka langsung ditempatkan di ruang tunggu untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara," kata Plt Kepala Dinas Sosial provinsi Maluku Utara (Malut) Andreas Thomas di Ternate, Sabtu (12/10).
Dia mengatakan sesuai data yang peroleh jumlah pengungsi sebanyak 36 orang, dan mereka adalah pengungsi asal Malut yang berada Wamena.
Sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing, para pengungsi dilakukan pemeriksaan kesehatan dulu. "Kita belum pastikan apakah masih ada pengungsi yang datang atau tidak karena kita belum menerima informasi," terangnya.
Thomas menambahkan, para pengungsi asal Malut ini berasal dari Makian, Halmahera Selatan, Tobelo (Halut), Sanana (Kepsul) Jailolo Halbar dan kota Ternate mereka tinggal Wamena untuk mencari pekerjaan.
"Usai menjalani pemeriksaan dan pendataan, kalau ada keluarga yang datang ambil maka kita langsung serahkan ke keluarga," katanya.
Sementara itu, Abdullah Gani Ali salah satu pengungsi Wamena mengatakan alasannya memilih kembali kampung halaman dan tidak akan kembali Wamena, karena seluruh harta benda berupa rumah telah terbakar.
Dia mengakui, telah merantau ke Papua sejak tahun 1995 jadi sekitar 20 tahun bekerja sebagai pegawai Kesbangpol di Kota Wamena.
Dia mengatakan kalau kondisi kota Wamena saat ini sudah kondusif karena sudah ada pihak keamanan, namun dia masih trauma.
"Saat ini aktivitas sekolah-sekolah sudah mulai berjalan tapi belum sepenuh, karena kadang cuma 10 siswa yang hadir karena sebagian besar masih trauma kejadian tersebut," kata pria asal Makian, Halmahera Selatan.
Bahkan, Puluhan pengungsi Wamena Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua berasal dari Malut memilih kembali ke Kota Ternate, karena merasa tidak nyaman lagi tinggal dan menetap di daerah tersebut.
Baca juga:
Galang Dana untuk Wamena, Menhub Senam Maumere Bersama Solidaritas Warga Papua
Harta Benda Terbakar Saat Rusuh Wamena, Gani Pilih Pulang ke Halmahera Selatan
Korban Kerusuhan Wamena Datangi Komnas HAM
Upaya Memulihkan Trauma Anak-Anak Wamena Pascakerusuhan
Kisah Pilu Rohena, Terpisah dengan Suami Saat Rusuh Wamena dan Bertemu Sudah Tiada