Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Pilu Rohena, Terpisah dengan Suami Saat Rusuh Wamena dan Bertemu Sudah Tiada

Kisah Pilu Rohena, Terpisah dengan Suami Saat Rusuh Wamena dan Bertemu Sudah Tiada Sisa kerusakan dari kerusuhan Wamena. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Air mata Rohena sesekali menetes di pipi ketika berbicara tentang kerusuhan di Wamena. Dia mengingat peristiwa 23 September yang membuatnya berpisah dengan suami tercinta, Sofyan, untuk selama-lamanya.

Tidak hanya itu, harta bendanya juga telah habis terbakar akibat kerusuhan. Tidak satupun hasil pencariannya selama merantau bisa diboyong pulang ke kampung halaman di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dikutip dari Antara, Jumat (11/10), saat kerusuhan terjadi, suami Rohena sedang berbelanja ke pasar untuk membeli kebutuhan warungnya yang baru tiga hari dibuka. Sudah berjam-jam menanti, sang suami tidak kunjung pulang. Bahkan rumah dan warungnya terbakar akibat aksi massa yang anarkis itu.

Ia panik dan kebingungan mencari suaminya tanpa membawa bekal apa pun karena semua harta bendanya telah terbakar. Kodim dan Polsek setempat menjadi tempat pertama yang dikunjungi untuk mencari keberadaan suaminya yang belum juga ditemukan.

Rohena akhirnya mendapat informasi dari teman suaminya yang mengabarkan bahwa suaminya telah meninggal dunia dan jenazahnya ada di rumah sakit.

Mendengar itu, ia seakan tidak percaya dan memberanikan diri untuk meminta petugas mengantar ke rumah sakit untuk mencari suaminya dan di sana. Rohena bertemu seorang dokter yang menyampaikan bahwa suaminya meninggal dunia.

"Setelah di rumah sakit, seorang dokter menunjukkan salah satu jenazah dan setelah saya lihat, itu benar-benar jenazah suami saya," katanya sambil sesekali menyeka air matanya.

Peristiwa tersebut membuatnya sangat terpukul. Dia memutuskan untuk membawa pulang jenazah suaminya ke kampung halamannya di Kabupaten Probolinggo untuk dimakamkan di sana.

Rohena mengaku masih trauma atas peristiwa kerusuhan tersebut dan tidak ingin kembali ke Wamena. Meskipun saat ini kondisi di ibu kota Jayawijaya tersebut sudah berangsur-angsur kondusif.

Traumatik atas kejadian di Wamena juga dialami oleh sejumlah warga Kota Probolinggo yang mengaku enggan kembali menjadi perantau di sana karena harta bendanya habis terbakar akibat kerusuhan itu.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP