LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Harga anjlok Rp 200/kg, petani Cirebon timbun garam di pinggir jalan

Pasokan yang melimpah dan masuknya garam impor membuat permintaan minim dan harga terus turun.

2015-12-05 23:11:00
Swasembada Garam
Advertisement

Petani garam Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengeluhkan harga yang semakin anjlok hingga menyentuh Rp 200 per kilogram. Untuk meminimalisasi kerugian, petani memilih menimbun garam di tambak dan pinggir jalan.

Seorang petani garam Taryudi, mengaku untuk penurunan harga garam pada tahun ini sangat merugikan.

"Dalam satu minggu ini saja sudah turun, kemarin per kilogramnya Rp 220 dan sekarang Rp 200," kata Taryudi seperti dikutip Antara, Sabtu (5/12).

Dia menjelaskan, tak mau semakin merugi, para petani garam lebih memilih menimbun hasil panen mereka di tambak dan pinggir jalan, mereka berharap harga garam bisa baik dalam musim hujan kali ini.

Penurunan harga garam pada musim panen tahun ini terus terjadi yang semula harga per kilogram Rp 600 rupiah sekarang sudah menyentuh angka Rp 200 rupiah.

Sementara itu pengepul garam Warto menuturkan, untuk musim panen kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena sekarang ini garam melimpah dan permintaan berkurang itu juga disebabkan adanya garam impor yang masuk.

"Sekarang ini para petani panennya melimpah dan kami untuk menjualnya sulit karena permintaan sekarang menurun drastis," ujarnya.

Warto juga mengaku terpaksa menimbun garam yang dibeli dari petani, tujuannya mengharap ketika musim hujan datang harga garam bisa naik dan stabil. Menurutnya harga garam memang tidak menentu apalagi setelah banyaknya garam impor dan permintaan pun tidak seperti dulu.

"Dulu saya bisa mengirim garam ke luar pulau Jawa sampai 200 ton per bulan. Sekarang sudah tidak pernah ngirim lagi, paling saya kirim ke daerah Jawa Barat saja," tutur Warto.

Baca juga:
Menko Rizal instruksikan ahli membran tingkatkan kualitas garam
Emosi Menteri Susi soal impor garam, mendag juga kena semprot
Impor garam dipangkas separuh, KKP putar otak genjot produksi
DPR pesimistis target swasembada garam cepat tercapai
Dapat suntikan modal Rp 300 M, PT Garam siapkan 4 program andalan

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.