Hanya Tersisa Nias Utara, Gubernur Bobby Nasution Kebut Akselerasi Jaringan Internet Sumut di Daerah Tertinggal
Gubernur Sumut Bobby Nasution gencar melakukan akselerasi jaringan internet Sumut, khususnya di daerah tertinggal seperti Nias, demi mewujudkan layanan publik digital Cerdas. Upaya ini bertujuan menghilangkan blank spot di seluruh wilayah.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution secara serius menggalakkan percepatan pemasangan jaringan internet di berbagai wilayah, terutama di daerah-daerah tertinggal. Langkah strategis ini diambil untuk mendukung program prioritas pemerintah provinsi dalam mewujudkan digitalisasi pelayanan publik. Fokus utama saat ini adalah mengurangi kesenjangan akses internet di kawasan yang selama ini kesulitan sinyal.
Pada Senin, 6 Oktober, Bobby Nasution berdiskusi dengan jajaran PT Telkom Regional I Sumatera di Kantor Gubernur Sumut. Dalam pertemuan tersebut, ia menyoroti kemajuan signifikan di Kepulauan Nias. "Untuk saat ini kita fokus pada kawasan tertinggal, seperti Pulau Nias. Sebelumnya, di sana ada empat kabupaten tertinggal, sekarang sudah tinggal satu saja, Nias Utara," ujar Bobby.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dinamakan Digitalisasi Pelayanan Publik Cepat, Responsif, Andal, dan Solutif (Cerdas). Program Cerdas bertujuan untuk memastikan akses internet yang merata dan berkualitas. Diharapkan, seluruh masyarakat Sumut dapat menikmati kemudahan layanan digital tanpa hambatan geografis.
Fokus pada Daerah Tertinggal dan Potensi Pariwisata
Gubernur Bobby Nasution menegaskan komitmennya untuk menghilangkan area tanpa sinyal internet, atau blank spot, di empat kategori wilayah utama Sumut. Kategori tersebut meliputi kawasan perekonomian, pariwisata, daerah tertinggal, dan perkotaan. Eliminasi blank spot ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Bobby menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Sumut dan PT Telkom. Ia mencontohkan bagaimana kawasan pariwisata sangat membutuhkan dukungan internet yang stabil. "Apalagi, di daerah pariwisata mempunyai banyak kunjungan wisatawan. Program Cerdas diharapkan memberikan akses internet ruang publik di seluruh wilayah Sumut," tuturnya.
Ketersediaan akses internet yang memadai di daerah pariwisata akan meningkatkan pengalaman wisatawan dan mempromosikan potensi lokal. Selain itu, sektor perekonomian dan perkotaan juga akan mendapatkan manfaat besar dari infrastruktur digital yang kuat. Akselerasi jaringan internet Sumut menjadi kunci utama dalam upaya ini.
Mengatasi Tantangan dan Data Blank Spot
Bobby Nasution juga berbagi pengalaman dari kunjungan lapangan yang dilakukan pihaknya beberapa waktu lalu. Ia menceritakan kondisi di wilayah perbatasan antara Labuhanbatu Utara dan Toba, Sumut, yang masih menghadapi kendala serius. Di dua kabupaten yang bertetangga tersebut, bukan hanya jaringan internet yang tidak tersedia, tetapi juga jaringan listrik.
"Ada beberapa titik di Sumut yang belum bisa mengakses internet. Kami berharap Telkom bisa mendukung program Pemprov Sumut ini," kata Bobby. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi intervensi dan dukungan dari penyedia layanan telekomunikasi. Tantangan ini memerlukan solusi komprehensif yang melibatkan berbagai pihak.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, memaparkan data terkini mengenai kondisi blank spot. Dari total 5.662 desa di Sumut, sebanyak 62 desa di 10 kabupaten masih mengalami kesulitan akses internet. "Dari 62 desa, 31 diantaranya ada di Padanglawas Utara," tutur Erwin, menyoroti konsentrasi masalah di wilayah tersebut. Sepuluh kabupaten yang terdampak meliputi Humbanghasundutan, Dairi, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Nias Selatan, Karo, Toba, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan Padanglawas Utara.
Komitmen Telkom dalam Mendukung Akselerasi Jaringan Internet Sumut
Menanggapi ajakan kolaborasi dari Pemprov Sumut, Executive Vice President Telkom Regional I Sumatera, Dwi Pratomo Juniarto, menyatakan kesiapan penuh pihaknya. Telkom siap memberikan dukungan untuk memenuhi kebutuhan internet di seluruh wilayah Sumut. Komitmen ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mewujudkan pemerataan digital.
"Setelah ini, kami akan melakukan verifikasi lokasi yang belum terkover. Titik mana saja di Sumut yang menjadi prioritas untuk fasilitas internet," kata Dwi Pratomo. Proses verifikasi ini penting untuk memastikan penempatan infrastruktur yang tepat sasaran dan efisien. Prioritas akan diberikan kepada daerah yang paling membutuhkan, sesuai dengan data dan arahan dari Pemprov Sumut.
Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat upaya penghapusan blank spot dan mewujudkan visi Gubernur Bobby Nasution untuk Sumut yang terhubung secara digital. Akselerasi jaringan internet Sumut akan membuka peluang baru bagi pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik di seluruh pelosok provinsi.
Sumber: AntaraNews