Hanura soal ruang Dewie Yasin digeledah: Astagfirullah, Allahuakbar
Menurutnya tak masalah KPK melakukan penggeledahan tanpa lebih dahulu meminta izin.
Ketua Fraksi Hanura, Sarifuddin Sudding terkaget melihat proses penggeledahan KPK di ruang kerja Dewie Yasin Limpo di lantai 16 gedung Nusantara 1 DPR. Dia melihat itu karena ruang kerja Dewie bersebelahan dengan ruangannya.
"Astagfirullah, Allahuakbar. Kita hargai, itu proses of law dari KPK," kata Sudding di Kompleks Parlemen DPR RI, Rabu (21/10).
Sudding menghargai sikap KPK. Menurutnya tak masalah KPK melakukan penggeledahan tanpa lebih dahulu meminta izin.
"Enggak perlu ada koordinasi, silakan sajalah," tuturnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangan Dewie Yasin Limpo di lantai 16 gedung Nusantara 1 DPR. Penggeledahan itu terkait tertangkap tangannya Dewie Yasin Limpo oleh KPK karena diduga menerima sejumlah uang suap untuk memuluskan suatu proyek.
Pantauan merdeka.com, Rabu (21/10), dua penyidik KPK datang sekitar pukul 11.00 WIB. Keduanya lalu masuk ke ruang Dewie dan menyegelnya.
Setelah hampir satu jam, dua penyidik itu keluar dengan membawa satu kopor besar. Keduanya tak memberikan komentar terkait penggeladahan itu.
Kemudian mereka menuju ke ruangan sekretaris fraksi Hanura dan mengecek laptop. Setelah selesai keduanya meninggal gedung DPR.
Baca juga:
Pimpinan KPK benarkan ada operasi tangkap tangan anggota DPR
Dikabarkan ditangkap KPK, Dewi Yasin Limpo sulit ditelepon kolega
Fraksi Hanura benarkan Dewi Yasin ditangkap KPK
Tengah malam, Dewi Yasin Limpo dijenguk 5 koleganya di Gedung KPK
Hanura bakal pecat Dewi Yasin Limpo jika resmi jadi tersangka KPK
Hanura soal Dewie Yasin ditangkap KPK: Ini soal pribadi bukan partai