LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hakim terlibat kasus, MA dalih 'manusia biasa seperti itulah adanya'

Dia mengklaim sudah melakukan pengawasan maksimal sehingga tak pas kalau dikatakan kecolongan.

2016-06-30 21:02:00
mahkamah agung
Advertisement

Dalam beberapa bulan terakhir beberapa hakim tersangkut sejumlah kasus. Menanggapi kondisi itu, Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali, mengklaim pihaknya sudah berupaya dengan maksimal mencegah terjadinya penyelewengan wewenang di badan peradilan.

"Tapi kami tidak menggunakan istilah kecolongan, karena kalau menggunakan kata itu berarti kami tidak siap," ujar Hatta dalam jumpa pers di Gedung MA, Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (30/6).

Hal itu diungkapkan Hatta ketika disinggung mengenai beberapa kasus dugaan suap yang menyeret hakim dan panitera. Hatta mengatakan, seluruh perangkat dari hakim, panitera, staf pengadilan, semua sudah memakai regulasi yang cukup ketat.

"Tapi bila terjadi penyelewengan, saya rasa hal ini terjadi tidak hanya di MA, karena manusia biasa seperti itulah adanya," kata Hatta.

Hatta menyadari masyarakat tidak menghendaki adanya kesalahan sekecil apapun dalam badan peradilan. Oleh sebab itu, Hatta menegaskan, tidak akan memberikan toleransi bagi aparat di badan pengadilan yang melanggar regulasi serta menyalahgunakan wewenang.

Lebih lanjut Hatta mengatakan, pihaknya berterima kasih karena kritik masyarakat. Ke depan, janjinya, MA semakin waspada dalam melaksanakan tugas.

"Namun dari seluruh riak-riak yang ada, sama sekali tidak menggoyahkan badan peradilan karena kami tetap bersemangat dan yakin bahwa sistem kami sudah baik," pungkas Hatta.

Baca juga:
MA tolak permohonan PK Hadi Poernomo
Lapor Jokowi, APTHI bentuk tim evaluasi putusan MA yang in kracht
Panitera Pengganti dicokok KPK, Bawas MA periksa ketua PN Jakut
Seleksi hakim agung, 4 calon dicecar Syafii Maarif & Harifin A Tumpa
KPK bakal periksa empat anggota Brimob ajudan Nurhadi di Polres Poso
MA akan berhentikan panitera PN Jakarta Utara yang ditangkap KPK
Banyak mafia hukum, KPK dan MA susun strategi pencegahan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.