LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hakim Semprot Saksi Soal Konsorsium BTS 4G Kominfo: Awalnya Pura-Pura Bodoh Kedesak Ngaku Juga

Hakim menegur saksi karena dianggap pura-pura tidak tahu mengenai perusahaannya bisa menang tender dalam proyek pembangunan tower BTS.

Selasa, 05 Sep 2023 18:42:00
20230905
Hakim Semprot Saksi Soal Konsorsium BTS 4G Kominfo: Awalnya Pura-Pura Bodoh Kedesak Ngaku Juga (merdeka.com)
Advertisement

Hakim menegur saksi karena dianggap pura-pura tidak tahu mengenai perusahaannya bisa menang tender dalam proyek pembangunan tower BTS.

Hakim Semprot Saksi Soal Konsorsium BTS 4G Kominfo: Awalnya Pura-Pura Bodoh Kedesak Ngaku Juga

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor kembali menggelar sidang lanjutan perkara BTS 4G BAKTI Kominfo dengan terdakwa mantan Menkominfo Jhonny Gerald Plate. Sidang lanjutan ini mendengarkan keterangan sembilan saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketua Hakim Fahzal Hendri menegur salah satu saksi; Makmur Jauhari yang merupakan Direktur Utama Utama IBS (Infrastruktur Bisnis Sejahtera)

Hakim menegur saksi karena dianggap pura-pura tidak tahu mengenai perusahaannya bisa menang tender dalam proyek pembangunan tower BTS.

Teguran itu berawal ketika hakim menanyakan mengenai perbedaan paket 1, 2, 3, 4, dan 5 dalam proyek pembangunan BTS 4G di sejumlah wilayah Indonesia.

Saksi Makmur mengaku hanya mengetahui paket 1 dikerjakan di wilayah barat Indonesia, paket 2 di wilayah Indonesia tengah, sedangkan paket 3, 4, dan 5 berada di kawasan Papua.

"Saudara ikut di paket yang mana," tanya hakim Fahzal dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/9).

"Paket 3, 4, dan 5," jawab Jauhari.

Advertisement

Saksi Makmur menyebut meski perusahaannya telah lolos dalam tahap prakualifikasi yang dilakukan oleh pihak BAKTI, dalam proses lelang pada akhirnya dimenangkan konsorsium Lintas Arta.

Kendati demikian, Makmur menyebut tidak mengetahui kenapa perusahaannya dapat kalah. Selain itu, dia juga tidak mengetahui berapa anggaran serta harga pagu dalam paket 3 itu.

Advertisement

Singkat cerita, PT IBS kembali mengikuti lelang untuk paket 4 dan 5 yang semulanya kalah tapi memang karena tidak ada pesaingnya.

"Pertama kalah, lalu ditender ulang. Ditender ulang, lawannya yang tadi juga. Itu juga lawannya kan konsorsium itu juga lawannya," cecar Fahzal.

"Enggak ada Yang Mulia, di 4 dan 5 enggak ada yang ikut," ucap Makmur.

"Siapa yang enggak ikut?" ujar hakim Fahzal.

"Enggak ada, seingat kami enggak ada," kata Makmur.

"Terus apa yang mau ditender kalau enggak ikut, apa yang mau dilelang," kata Fahzal.

"Kami juga enggak tahu," jawab Makmur.

"Berarti melenggang kangkung lah?" ujar hakim Fahzal.

Hakim Fahzal yang heran menyebut apabila tidak ada pesaing kenapa tidak dilakukan penujukan saja secara langsung karena pada akhirnya tidak ada pesaing saat lelang. Namun, saksi Makmur mengaku hanya mengikuti semua prosesnya saja.

Advertisement

"Saudara beneran tahu atau benar-benar enggak tahu, enggak ada pesaingnya, yang namanya pelelangan itu pasti ada pesaingnya pak, gimana pula satu konsorsium dilelang. Untuk apa dilelang lagi kalau enggak tentu pemenangnya, saudara kayaknya pura-pura bodoh," tegur Fahzal dengan nada tinggi.

"Enggak juga Yang Mulia," singkat saksi.

"Awalnya pura-pura bodoh, lama-lama terdesak ngaku juga," semprot hakim Fahzal.

"Enggak gitu Yang Mulia, benar," jawab saksi bersikukuh.

Berita Terbaru
  • Bapanas Perketat Pengawasan untuk Jaga Stabilitas Pangan Nasional di Tengah Pelemahan Rupiah
  • Bapanas Kawal Ketat Mutu Beras Ekspor ke Malaysia, Pastikan Sesuai Standar Internasional
  • Gempa Susulan Sangihe Terus Guncang Tahuna, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
  • Dukung Pengurangan Energi Fosil, PLN EPI Kembangkan Bio-CNG Berbasis Limbah Kelapa Sawit
  • Kabar Duka, Dokter Petugas Kloter 38 Debarkasi Makassar Meninggal di Mekkah
  • johnny g. plate
  • johnny plate
  • korupsi bts kominfo
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
R
Reporter Rahmat Baihaqi
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.