Hadiri peluncuran buku, Ganjar malah jatuh terpeleset
Hadiri peluncuran buku, Ganjar malah jatuh terpeleset. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiba-tiba jatuh terpeleset usai menghadiri acara peluncuran buku 'Gubernur Jelata' di Kawasan Candi Gunung Wukir, Dusun Carikan, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiba-tiba jatuh terpeleset usai menghadiri acara peluncuran buku 'Gubernur Jelata' di Kawasan Candi Gunung Wukir, Dusun Carikan, Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Jatuhnya Ganjar disebabkan, mulai awal saat acara berlangsung hingga berakhir, hujan turun di lokasi dan sepanjang jalan menuju ke Kawasan Candi Gunung Wukir yang masih berupa tanah liat. Akibat jatuhnya orang nomor satu di Jawa Tengah yang hobi naik gunung ini, baju putih sisi kiri dan sepatu hitamnya belepotan tanah liat yang sudah menjadi lumpur.
"Pisan. Dongane Tanto kabul (Sekali jatuhnya). Doanya, budayawan Tanto Mendut dikabulkan," aku Ganjar saat ditanya warga usai menuruni lereng Gunung Wukir di Dusun Carikan.
Hadir dalam acara peluncuran buku Wakil Ketua BPK RI Sapto Amal yang merupakan alumni UGM Yogyakarta.
Kemudian beberapa budayawan seperti Presiden Lima Gunung Tanto Mendut, Bre Redana serta teaterawan Landung Simatupang yang membaca salah satu tulisan dalam buku berjudul 'Maaf Tol Brexit' serta sastrawan Triyanto Tiwikromo Semarang yang membaca sajak 'Keadilan'.
Peluncuran buku Gubernur Jelata yang ditulis oleh Agus Becak, jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogya terbitan Galang Press ini juga mementaskan kolaborasi antara seni teater, musik, tari, sastra, seni rupa dan situs prasasti canggal bertajuk; "Jejak Ratu Adil Ragam Hayati". Meski sepanjang acara diguyur rintik hujan, antusias para penari, tamu undangan dan warga ikut menyaksikan acara hingga berakhir.
Buku "Gubernur Jelata" setebal 227 halaman dan terdiri dari enam bab cerita ini berisi tentang kejadian dan cerita kegilaan-kegilaan dari sosok Gubernur Ganjar selama memimpin Jawa Tengah.
Bab pertama, di antaranya berjudul 'Ganjar Gila'. Bab ini menceritakan beberapa penggal kisah yang tak biasa Ganjar saat awal menjabat gubernur hingga saat ini yang sudah genap tiga tahun. Mulai dari crita 'Ngos-ngosan ndorong mobil', "Pethakilan nggandul truk', 'Gubernur bersabuk rapia' sampai 'Kisah mobil dinas Ganjar ditabrak mobil VW seorang bule'.
Kemudian bab kedua berjudul 'Kegagahan dalam Kemiskinan'. Bab ini bercerita tentang; kisah Ganjar yang pernah diusir tukang parkir gedung DPR RI saat menjadi anggota legislatif di Jakarta, 'Sepatu Gubernur nglokop (terkelupas)' sampai Ganjar yang suatu ketika numpang kencing di rumah penduduk saat blusukan.
Pria yang memiliki nama asli Agus Sunandar ini mengaku sangat terinspirasi dengan kegilaan-kegilaan Ganjar selama menjadi Gubernur Jawa Tengah.
"Saya terinspirasi kegilaan-kegilaan Mas Ganjar. Beliau saya kenal sejak duduk di bangku kuliah di (UGM) Yogya. Sering ngangkring di deket saya, tapi saya tidak ada di yogya. Kebetulan kawan-kawan di Yogya luar biasa banyak dan saya terinspirasi dia," ungkapnya saat acara.
Tanto Mendut dalam orasi budayanya mengungkapkan bahwa dirinya sengaja menggelar acara peluncuran buku 'Gubernur Jelata' ini di Candi Gunung Wukir supaya orang nomor satu di Jawa Tengah ingat dan tahu ada peninggalan peradaban sebelum Candi Borobudur dan Candi Mendut di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
"Sekarang orang pada ribut soal sosial agama. Di sini, malah ada peninggalan peradaban sebelum Candi Borobudur dan Candi Mandut yaitu Candi Gunung Wukir dengan ceritanya tentang Ratu Sima. Termasuk ragam hayati. Rukunnya kambing dan ayam. Ayam dan wedhus," ungkapnya.
Tanto berharap kondisi candi Gunung Wukir usai dikunjungi oleh Ganjar tidak malah dihilangkan keasliannya dengan membangun jalan dan segala fasilitas modernnya.
"Jangan dibangun apalagi yang mengerjakan PUPR dan Kimtaru. Nanti jadi paving semua, nanti tidak menarik untuk dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik. Saya malah berdoa Ganjar jatuh saat ke sini tadi. Kalau jatuh bisa jadi viral, rame. Candinya bisa terkenal," ujarnya.
Ganjar dalam pidatonya menyatakan ucapan terima kasih kepada Agus Becak yang ternyata memperhatikan hal-hal kecil dari dirinya dan menuangkannya dalam buku.
"Pelajaran yang bisa diberikan melalui buku itu adalah saya Gubernur tapi saya juga orang biasa, saya bisa marah, bisa tersenyum, bisa 'dlosoran' dengan mereka dan itu diceritakan dengan apa adanya tanpa puja-puji yang menyebalkan," tandasnya.
Ganjar juga berterima kasih kepada Tanto Mendut yang telah mengundangnya untuk acara peluncuran buku 'Gubernur Jelata'."Terima kasih. Mas Tanto yang telah memberikan saya satu tempat bagus. Dan saya kira dengan doa yang mas Tanto berikan saya kagum. Dia (Tanto) punya daya siksa yang tinggi kepada saya. Sebagai Gubernur baru kali ini saya datang ke sini," pungkas Ganjar.
Baca juga:
Polemik pembangunan pabrik semen, Ganjar undang sedulur Sikep
Pabrik Semen Indonesia bisa bantu warga Rembang entaskan kemiskinan
Penjelasan Gubernur Ganjar disebut keluarkan izin baru Semen Rembang
Ganjar keluarkan izin baru, BLH Jateng klaim pabrik semen legal
Gubernur Jateng terbitkan 2 putusan terkait pabrik semen di Rembang