Gubernur Jateng terbitkan 2 putusan terkait pabrik semen di Rembang
Merdeka.com - Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Pemprov Jateng Siswo Laksono menuturkan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah menerbitkan putusan terkait operasional pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang. Dia menjelaskan izin baru berisi dua keputusan, izin terkait lingkungan penambangan serta izin pengoperasian pabrik yang diperkirakan akan berlangsung awal tahun 2017.
"Pak Gub terbitkan keputusan Gubernur pada tanggal 9 November tentang izin lingkungan penambangan bahan baku semen serta pengoperasian Semen Indonesia. Ada dua keputusan," kata Siswo saat audiensi dengan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) di Ruang Pertemuan Lantai I, Kantor Pemprov Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/12).
Ganjar diketahui mencabut izin amdal proses pembangunan pabrik semen Rembang tertanggal 7 Juni 2012, yang diterbitkan pada masa Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Kemudian tanggal 9 November, Ganjar menerbitkan izin baru nomor 660.1/2016.
"Pak Gubernur (Ganjar) terima putusan kasasi MA juga pada tanggal 17 November. Sama. Selama proses kasasi di MA, kemudian Gubernur menerima surat dari PT Semen Indonesia (PT SI) yang berisi intinya telah terjadi pergantian pemilikan PT Semen Gresik (PT SG) menjadi bernama PT SI. Juga terjadi penurunan luasan penambangan," ungkap Siswo.
Siswo membeberkan, selain pergantian nama dari PT SG ke PT SI, surat dari perusahaan juga berisi pengajuan penurunan luasan penambangan di sekitar pabrik Semen Rembang, Jateng.
"Nanti pak Gun (sesepuh JMPPK Gun Retno) mau terima SK (surat keputusan) bisa ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemprov Jateng," tambah Siswo.
Mendengar fakta baru tersebut, beberapa warga perwakilan dari ratusan warga penolak pembangunan pabrik semen Rembang terlihat kaget bercampur kecewa.
Sementara itu, sampai berita ini ditulis ratusan warga penolak pabrik semen Rembang masih tetap bertahan di depan pintu gerbang Halaman Kantor Pemprov Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Selain melakukan orasi, peserta demo yang mayoritas ibu-ibu itu dihibur dengan beberapa aktivis JMPPK muda dengan bernyanyi.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya