Habil Marati, Politikus PPP Penyandang Dana Pembelian Senjata Api Kivlan Zen
HM memberikan uang Rp 60 juta kepada tersangka HK alias I untuk biaya operasional dan keperluan saat unjuk rasa. Pada Kivlan, dia kembali menyetor dana operasional 15.000 Dollar Singapura. "Maksud tujuan untuk pembelian senjata api," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ari.
Kepolisian sudah menetapkan delapan tersangka terkait kasus kepemilikan senjata api ilegal saat rusuh 22 Mei dan perencanaan pembunuhan empat tokoh dan satu pimpinan lembaga survei. Dua nama yang baru ditetapkan sebagai tersangka yakni Kivlan Zen dan seseorang berinisial HM alias Habil Marati
Dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (11/3), Wadirkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ari, menjelaskan HM sudah ditangkap di rumahnya di Jl Metro Kencana, Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Kabarnya, HM seorang politikus dari partai politik.
Ade menambahkan, tersangka HM berperan penyumbang dana pembelian senjata api.
"Jadi uang yang diterima tersangka KZ berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api," katanya.
HM memberikan uang Rp 60 juta kepada tersangka HK alias I untuk biaya operasional dan keperluan saat unjuk rasa. Pada Kivlan, dia kembali menyetor dana operasional 15.000 Dollar Singapura.
"Rp 10 juta untuk operasional dan Rp 50 juta untuk melaksanakan unjuk rasa langsung diterima HK alias I," katanya.
Dari tangan tersangka HM, polisi menyita handphone yang dipakai untuk melakukan komunikasi dan printout bank milik tersangka HM.
"Berdasarkan fakta-fakta penyidikan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan dikuatkan adanya petunjuk, adanya persesuaian antara saksi satu dan lain, kemudian persesuaian saksi dan barang bukti, mereka ini bermufakat melakukan kejahatan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan satu direktur Charta Politika, lembaga survei. Setelah itu kami menetapkan saudara KZ dan saudara HM sebagai tersangka."
Berdasarkan penelusuran Habil merupakan kader PPP. Sekjen PPP Arsul Sani membenarkan yang bersangkutan masih menjadi kader.
"Masih (menjadi kader)," kata Arsul kepada Liputan6.com.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
IR Mengaku Dijanjikan Liburan Oleh Kivlan Zen Jika Bunuh Bos Lembaga Survei
Tersangka Iwan Mengaku Diperintah Kivlan Zen Beli Senjata dan Bunuh 4 Tokoh
Moeldoko Lihat Ada yang Giring Opini Kasus Kivlan dan Soenarko ke Arah Politik
Kapolda Metro Jaya Belum Terima Surat Penangguhan Penahanan Kivlan Zen
Dasco Ajukan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana
Jejak Uang di Tangan Perusuh 22 Mei
Di Bawah Kendali Ahli Strategi