Gus Yahya: PBNU Harus Bertindak Strategis, Luncurkan Buku Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren
Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya Strategi NU agar tidak hanya ada tanpa peran. Peluncuran buku baru jadi navigasi arah konsolidasi NU dan pesantren.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, baru-baru ini menegaskan urgensi bagi NU untuk bertindak secara strategis. Pernyataan ini disampaikannya dalam konteks peluncuran buku "Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren" yang diharapkan menjadi panduan.
Menurut Gus Yahya, langkah strategis ini krusial agar NU tidak hanya sekadar hadir, melainkan memiliki posisi dan peran signifikan dalam menyelesaikan berbagai masalah keagamaan serta kebangsaan. Keberadaan tanpa strategi dapat membuat NU kehilangan relevansinya di mata publik.
Peluncuran buku tersebut, yang disiarkan dalam rilis di Jakarta, menjadi penanda komitmen PBNU untuk merumuskan visi yang jelas, mengelola keadaan secara efektif, dan mampu menggerakkan lingkungan demi mencapai tujuan organisasi yang lebih besar.
Pentingnya Gerak Strategis NU untuk Relevansi Organisasi
Gus Yahya menjelaskan bahwa kemampuan NU untuk bergerak strategis merupakan kunci utama agar organisasi ini tetap relevan dan diakui perannya. Tanpa visi yang terarah dan tindakan yang terencana, keberadaan NU dapat diibaratkan "wujuduhu ka adamihi", yaitu ada tapi seolah tiada.
Untuk mencapai tujuan ini, PBNU harus mampu merumuskan visi yang jelas, mengelola setiap situasi untuk mencapai visi tersebut, serta bertindak strategis dalam menggerakkan seluruh elemen di sekitarnya. Hal ini memastikan bahwa setiap langkah yang diambil NU memiliki dampak yang nyata.
Visi strategis NU ini tidak hanya berfokus pada internal organisasi, tetapi juga bagaimana NU dapat berkontribusi secara konkret dalam mengatasi tantangan keagamaan dan kebangsaan. Dengan demikian, NU dapat menjadi kekuatan transformatif yang diperhitungkan.
Konsolidasi dan Transformasi Pesantren sebagai Pilar Utama
Buku "Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren" yang ditulis oleh 10 pakar dan aktivis NU ini merupakan syarah atau penjelasan atas dua matan tulisan Gus Yahya sendiri. Tulisan pertama berjudul 'Peta Masalah Dunia Pesantren', sementara yang kedua adalah 'Konsolidasi, Sebuah Keharusan bagi NU'.
Dalam matan tulisannya, Gus Yahya mengajukan tiga matra konsolidasi yang harus dilakukan NU untuk mewujudkan gerak strategis. Ketiga matra tersebut meliputi:
- Konsolidasi tata kelola: Memastikan setiap tindakan atas nama NU mengikuti aturan dan prosedur demi menjaga integritas.
- Konsolidasi Sumber daya: Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki NU.
- Konsolidasi agenda: Menyelaraskan program dan kegiatan NU agar terfokus pada tujuan strategis.
Selain itu, Gus Yahya juga menyoroti perlunya integrasi pesantren ke dalam sistem untuk menghadapi berbagai masalah. Ia mengelompokkan pesantren ke dalam tiga klaster utama:
- Pesantren sebagai lembaga pendidikan.
- Pesantren sebagai pilar komunitas.
- Kaitan pesantren dengan NU.
Transformasi pengelolaan pesantren melalui governing system juga diusulkan, mencakup standarisasi dalam infrastruktur, kurikulum, SDM, dan tata kelola. Ini adalah bagian integral dari upaya menjaga martabat dan integritas NU secara keseluruhan.
Harapan Buku sebagai Penunjuk Arah Perubahan
Rumadi Ahmad, penulis kata pengantar buku tersebut, berharap karya ini dapat menjadi bahan diskusi yang produktif bagi seluruh aktivis dan pengurus NU. Diskusi ini diharapkan berlangsung di berbagai tingkatan, mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, hingga ranting.
Buku ini diharapkan berfungsi sebagai penunjuk arah atau navigasi yang jelas bagi NU dan pesantren dalam menghadapi berbagai perubahan zaman yang dinamis. "Terima kasih kepada semua pihak, khususnya para penulis syarah yang memungkinkan kita bisa melihat secara lebih jelas perubahan apa yang harus dihadapi NU dan pesantren bagaimana mengantisipasinya," ujar Rumadi.
Dengan adanya panduan ini, diharapkan seluruh elemen NU dapat bersinergi untuk mengimplementasikan Strategi NU yang telah dirumuskan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan NU terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
Sumber: AntaraNews