LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gus Ma'shum PBNU: Adab Musyawarah NU Kunci Keberhasilan Munas dan Konbes

Wasekjen PBNU Gus Ma'shum mengingatkan adab musyawarah NU sebagai penuntun utama dalam Munas dan Konbes di Kediri, menekankan tradisi pesantren demi kemaslahatan bersama.

Minggu, 21 Jun 2026 15:01:19
pbnu
Wasekjen PBNU Gus Ma'shum mengingatkan adab musyawarah NU sebagai penuntun utama dalam Munas dan Konbes di Kediri, menekankan tradisi pesantren demi kemaslahatan bersama. (AntaraNews)
Advertisement

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ma'shum Faqih, menegaskan bahwa adab tetap menjadi penuntun utama dalam setiap musyawarah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Pernyataan penting ini disampaikan Gus Ma'shum di Jakarta, Minggu (21/6), menanggapi pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang sedang berlangsung.

Munas dan Konbes NU yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, pada 20-22 Juni 2026, diharapkan dapat berjalan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan kebersamaan. Gus Ma'shum secara khusus menekankan pentingnya tradisi pesantren yang selalu mengedepankan sikap saling menghormati serta mengutamakan kemaslahatan bersama dalam setiap pengambilan keputusan.

Suasana pembukaan Munas dan Konbes NU dilaporkan sangat hangat serta penuh keakraban, mencerminkan semangat ukhuwah yang kuat di antara para masyayikh, pengurus, dan peserta. Ini adalah cerminan wajah asli NU, di mana adab selalu menjadi fondasi utama dalam setiap proses bermusyawarah untuk mencapai mufakat.

Pentingnya Adab dalam Perbedaan Pandangan

Gus Ma'shum menilai bahwa perbedaan pandangan merupakan bagian yang sangat wajar dalam sebuah organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama yang memiliki anggota beragam. Namun, tradisi pesantren secara konsisten mengajarkan bahwa setiap musyawarah harus selalu dilandasi sikap saling menghormati antar sesama anggota, tanpa terkecuali.

Advertisement

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa musyawarah juga harus mengedepankan hikmah serta mengutamakan kemaslahatan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan tertentu. Prinsip ini menjadi kunci esensial untuk mencapai keputusan yang arif, bijaksana, dan dapat diterima oleh semua pihak demi kebaikan umat.

"Alhamdulillah, suasana pembukaan Munas dan Konbes NU sangat hangat dan penuh keakraban. Para masyayikh, pengurus, dan peserta berbaur dalam semangat ukhuwah. Inilah wajah NU yang sesungguhnya, di mana adab selalu menjadi penuntun dalam bermusyawarah," kata Gus Ma'shum, menekankan esensi dari pertemuan penting tersebut.

Advertisement

Apresiasi untuk Tuan Rumah Munas dan Konbes NU

Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur itu turut memberikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Al Falah Ploso atas kesuksesannya. Pesantren ini dinilai mampu menjadi tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi kedua di lingkungan NU setelah Muktamar dengan sangat baik.

Menurut Gus Ma'shum, Pondok Pesantren Al Falah Ploso mampu mempersiapkan Munas dan Konbes dengan sangat baik dalam waktu yang relatif singkat dan penuh tantangan. Persiapan ini bahkan dilakukan di tengah persiapan Haul Akbar Muassis Pondok Ploso yang juga membutuhkan perhatian serta sumber daya besar.

Keberhasilan luar biasa ini menunjukkan kuatnya tradisi gotong royong, khidmah, dan manajemen pesantren yang terbukti efektif. Semangat kebersamaan yang terjalin sejak awal persiapan hingga pelaksanaan acara sangat diapresiasi oleh berbagai pihak yang terlibat.

Harapan untuk Hasil Musyawarah yang Arif

Mantan Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Timur sekaligus Pendiri Forum Gawagis Nusantara ini berharap semangat kebersamaan yang tampak sejak pembukaan dapat terus mengiringi seluruh rangkaian Munas dan Konbes. Semangat ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi setiap diskusi dan keputusan.

Gus Ma'shum Faqih secara khusus menyampaikan harapannya agar Munas dan Konbes ini dapat melahirkan keputusan-keputusan yang arif dan bijaksana, sesuai dengan nilai-nilai luhur Nahdlatul Ulama. Keputusan tersebut diharapkan mampu mempererat ukhuwah di antara seluruh elemen organisasi.

"Semoga Munas dan Konbes ini melahirkan keputusan-keputusan yang arif, mempererat ukhuwah, serta semakin memperkokoh khidmah Nahdlatul Ulama bagi umat, bangsa, dan peradaban," ucapnya, menegaskan visi besar dari pertemuan penting ini.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Rayakan HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Beri Akses Gratis Masuk Tempat Wisata Jakarta dan Transportasi Publik
  • BPS Sasar Pelaku Ekonomi Digital dalam Sensus Ekonomi 2026, Ini Detailnya
  • Diversifikasi Ekonomi Kutim Hasilkan Fermentasi Kakao Bermutu Tinggi, Siap Tembus Pasar Nasional
  • Wali Kota Magelang Dukung Samapta Swim Competition V, Targetkan Lahirnya Atlet Renang Berprestasi
  • Menteri Kebudayaan Dorong Reaktualisasi Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta
  • adab musyawarah
  • gus ma'shum
  • kediri
  • konbes nu
  • konten ai
  • merdekaantara
  • munas nu
  • nahdlatul ulama
  • organisasi islam
  • pbnu
  • pesantren al-falah ploso
  • ukhuwah islamiyah
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.