LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Guguran Lava Gunung Merapi Bisa Jadi Daya Tarik Bagi Wisatawan

Menurut Hanik saat ini Gunung Merapi sedang memasuki fase pertumbuhan kubah lava baru sehingga guguran lava yang terjadi pada Minggu (16/12) kemarin adalah fenomena yang biasa terjadi.

2018-12-17 20:06:23
Gunung Merapi
Advertisement

Guguran lava kembali terjadi di Gunung Merapi pada Minggu (16/12) malam sekitar pukul 19.08 WIB. Guguran lava Gunung Merapi ini mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncuran sejauh 300 meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, fenomena guguran lava pijar bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata Kaliurang, Sleman.

"Justru kalau kami, guguran itu malah bisa menjadi daya tarik. Jadi pemandangan yang bisa dinikmati," katanya saat dihubungi, Senin (17/12).

Advertisement

Untuk bisa menyaksikan fenomena guguran lava tersebut, Biwara meminta wisatawan tetap memperhatikan radius bahaya yang ditetapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

"Bisa dinikmati sejauh dari lokasi yang aman dan tetap harus mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan oleh BPPTKG. Saat ini radius aman masih 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida menjabarkan, jika fenomena guguran lava merupakan fenomena biasa terjadi saat ada pertumbuhan kubah lava.

Advertisement

Menurut Hanik saat ini Gunung Merapi sedang memasuki fase pertumbuhan kubah lava baru sehingga guguran lava yang terjadi pada Minggu (16/12) kemarin adalah fenomena yang biasa terjadi.

"Itu (guguran lava) sebenarnya hal yang biasa. Fenomena biasa pada saat terjadi pertumbuhan kubah lava. Sebenarnya guguran lava sudah terjadi sejak 22 Agustus," ujar Hanik saat dihubungi, Senin (17/12).

Hanik menambahkan jika pihaknya masih membolehkan aktivitas masyarakat di luar radius 3 kilometer dari Puncak Gunung Merapi. Sedangkan untuk aktivitas pendakian, dia menerangkan jika hingga saat ini pihaknya masih melarang adanya pendakian di Gunung Merapi.

"Untuk wisata sejauh berada di luar radius 3 km tidak masalah. Pendakian sampai saat ini belum direkomendasikan," tutupnya.

Baca juga:
BPPTKG Sebut Guguran Lava Gunung Merapi Fenomena Biasa Terjadi
Pertumbuhan Lava Gunung Merapi Masih Kecil
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Lava Pijar ke Kali Gendol
Longsor di Lereng Merapi, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Bebatuan
Pantau Gunung Merapi, Jonan Minta Warga Tak Khawatir ke Yogya
Deteksi Potensi Letusan Merapi, BPBD Pasang 149 Alat Peringatan Dini

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.