Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Longsor di Lereng Merapi, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Bebatuan

Longsor di Lereng Merapi, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Bebatuan Longsor di Lereng Merapi. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pardi (45), seorang penambang kricak di lereng Gunung Merapi, Dukuh Gondang Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, tewas tertimpa longsoran tanah dan bebatuan, Jumat (14/12) pagi. Warga Dukuh Ngemplak, Desa Tlogowatu tersebut meninggal seketika setelah tertimpa bebatuan dari ketinggian sekitar 10 meter.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian korban sedang menambang pasir di Kali Krasak, Kemalang. Lokasi penambangan manual tersebut memang berada sekitar 10 meter di bawah lahan pertanian lereng Merapi.

Di lokasi persawahan tersebut juga terdapat banyak tumpukan material milik penambang lainnya.

"Sebelumnya juga terjadi hujan, tanahnya juga labil. Jadi Pardi ini tertimpa runtuhan bebatuan setinggi 10 meter," ujar Kepala Desa Tegalmulyo Sutarno saat dihubungi wartawan.

Saat ini, lanjut Sutarno, jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Evakuasi dilakukan selama sekitar satu jam oleh masyarakat sekitar dan rekan kerja korban.

Mukhlis, salah satu petugas Puskesmas Kemalang yang memeriksa korban mengatakan, Pardi mengalami luka cukup parah, di antaranya robek 6 centimeter di pelipis kiri sedalam 2 centimeter. Selain itu terdapat memar di bagian dada, perut dan paha kanan. Kemudian sobek pada kaki kiri dan kanan.

"Itu tertimbunnya cukup lama, jadi seluruh tubuhnya tertimbunnya. Sehingga nyawanya tidak bisa diselamatkan," imbuhnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP