LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gubernur Sumbar Sebut Pemudik Turun 30 Persen saat Penerapan PSBB

Kata Irwan, pada 22 April 2020 pihaknya menerapkan PSBB. Setelah itu, pemprov langsung melakukan pengecekan dan sosialisasi kepada para perantau soal imbauan larangan mudik.

2020-05-26 13:23:28
PSBB
Advertisement

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengklaim adanya penurunan jumlah pemudik ke Tanah Minang saat diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, penurunan ini mencapai 30 persen.

"Setelah PSBB ada pengaruh 30 persen tidak pulang kampung," kata Irwan di Gedung BNPB Jakarta Timur, Selasa (26/5).

Menurutnya, dirinya telah menginstruksikan pembatasan selektif kepada pemudik sebelum PSBB diterapkan pada 31 Maret lalu. Pihaknya telah mendirikan pos dalam pembatasan selektif kepada pemudik.

Advertisement

"Kami sudah meletakan posko-posko didukung TNI-Polri di 9 perbatasan darat dan 1 di airport dan 1 di laut itu berjalan pada waktu itu karena kami tak ada payung hukum maupun Permenhub 25, jadi kita minta isolasi mandiri selama 14 hari kalau pemudik tiba di Sumbar," kata Irwan.

Lalu, kata Irwan, pada 22 April 2020 pihaknya menerapkan PSBB. Setelah itu, pemprov langsung melakukan pengecekan dan sosialisasi kepada para perantau soal imbauan larangan mudik.

"Lisan atau confrence imbauan itu juga efektif meski tak banyak yang pulang. Itu total 13.751 kemudian setelah 24 April, Permenhub 25 larang mudik sudah hampir sedikit sekali," tegas Irwan.

Advertisement

Menurutnya, mereka yang masuk pada 24 Mei adalah perantau yang melanggar aturan mudik. Sebab, diduga warga yang pulang kampung masuk dengan cara tak sesuai aturan.

"Totalnya 4 ribu yang nyelonong yang maksa masuk saat dini hari ketika posko kita gantian sahur dia lari kencang 1 rombongan 10 mobil. Jadi kami tak bisa stop sampai 24 Mei jelang Lebaran itu sampai 300 kendaraan luar biasa. Itu kondisinya memang kita upayakan hambat batasi dan larang pulang supaya tak masuk import case di Sumbar," kata Irwan.

Baca juga:
Virus Corona Belum Reda, YLKI Tolak Rencana Pembukaan Mal
New Normal Diterapkan, PPP Minta Tempat Ibadah Dibuka Kembali
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Tergantung Perilaku Masyarakat
Penerapan 'New Normal', Jokowi Kerahkan TNI-Polri Disiplinkan Warga di 4 Provinsi
60 Mal di Jakarta Siap Dibuka pada 5 dan 8 Juni 2020
Pemkab Gunung Kidul Tutup Semua Objek Wisata Pantai, Wisatawan Diminta Putar Balik

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.