Grab Bantah Kabar Bakal Keluar dari Indonesia, Tegaskan Komitmen Dukung Ekonomi Digital
Indonesia merupakan pasar strategis sekaligus bagian penting dari perjalanan bisnis Grab selama lebih dari satu dekade.
Grab Indonesia membantah kabar yang menyebut perusahaan akan menghentikan operasinya atau keluar dari Indonesia. Perusahaan menegaskan tetap berkomitmen menjalankan bisnis dan mendukung pengembangan ekonomi digital nasional.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan informasi mengenai rencana Grab keluar dari Indonesia tidak benar. Menurutnya, Indonesia merupakan pasar strategis sekaligus bagian penting dari perjalanan bisnis Grab selama lebih dari satu dekade.
"Rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar. Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Neneng dalam pernyataan resmi, Rabu (3/6).
Neneng menegaskan, Indonesia memiliki peran penting dalam ekosistem bisnis Grab di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, perusahaan berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil bagian dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia.
"Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab, kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia," katanya.
Menurut Grab, selama lebih dari satu dekade beroperasi di Indonesia, perusahaan telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari jutaan masyarakat. Kontribusi tersebut tercermin dari perannya dalam industri ride-hailing dan layanan pengantaran online, digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga berbagai program pemberdayaan mitra pengemudi.
4,6 Juta Peluang Kerja
Grab menyebut telah berkontribusi terhadap sekitar 50 persen industri ride-hailing dan layanan pengantaran online di Indonesia. Selain itu, perusahaan mengklaim turut mendukung terciptanya 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM.
Perusahaan juga menjalankan program Grab untuk Indonesia dengan nilai lebih dari Rp100 miliar yang ditujukan untuk mendukung kesejahteraan mitra pengemudi.
Kolaborasi dengan Pemerintah
Ke depan, Grab menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.
"Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat," kata Neneng.