LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

GNPF jamin usai tausiah peserta demo 2 Desember langsung bubar

GNPF jamin usai tausiah peserta demo 2 Desember langsung bubar. Aksi unjuk rasa mendatang akan di pusatkan di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. Sehingga rencana untuk mengadakan salat Jumat di jalan protokol Sudirman hingga Thamrin telah ditiadakan.

2016-11-29 16:50:41
Demo 2 Desember
Advertisement

Wakil ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Zaitun Rasmin bertandang ke Polda Metro Jaya terkait rencana unjuk rasa Bela Islam jilid III pada 2 Desember 2016 mendatang. Pada pertemuan tersebut, dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian demi kelancaran aksi unjuk rasa tersebut.

"Ya Alhamdulillah ini kami sosialisasikan jadi penetapan arah kiblatnya, kita koordinasi dengan dengan kementerian agama, terus kemudian bagaimana penyusunan sosok penetapan orang yang salat lalu di mana tempat bagian kesehatan, orang yang butuh bantuan lewat mana, semua sudah diatur," ucap Rasmin kepada awak media di Gedung Biro Operasional Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Dirinya menjamin, bahwa aksi unjuk rasa mendatang akan di pusatkan di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. Sehingga rencana untuk mengadakan salat Jumat di jalan protokol Sudirman hingga Thamrin telah ditiadakan.

"Tidak ada rute lagi, semua sasaran ke Monas. Kita duduk baca quran, dzikir, dengar tausiah dari ulama, salat Jumat, habis salat Jumat pengumuman bubar. Nanti kami akan membantu para peserta untuk bubar supaya tidak ada lagi yang tinggal," ujar dia.

Pada aksi tersebut dirinya menjamin tidak akan ada orasi. Namun, dirinya tetap menuntut agar Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk segera ditahan.

"Nggak ada, kan orasinya berubah jadi tausiah. Ya tuntutan tetap sama, tuntutan tidak berubah tapi kita bisa komunikasi," tegas Rasmin.

Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana mengaku belum memperbarui informasi massa yang akan berunjuk rasa pada 2 Desember mendatang.

"Estimasi massa, juga sedang kita update. Panitia juga akan menyampaikan laporannya pada kita, jumlah massa. Karena itu sangat dipentingkan. Karena untuk memenuhi kapasitas keliling monas, itu sangat diperlukan," kata Suntana kepada awak media di kesempatan yang sama.

Dirinya juga mengaku akan menyediakan segala fasilitas untuk massa unjuk rasa. Sebab, kegiatan unjuk rasa tersebut menurutnya untuk kemashlatan masyarakat Jakarta.

"Semua kita siapkan, seperti toilet, tempat wudhu, tikar, kesehatan, dokter. Kita siapkan. Karena kegiatan ini bersama-sama untuk kemashlatan masyarakat Jakarta dan masyarakat Indonesia," pungkas Suntana.

Baca juga:
Pengusaha harap demonstran 2 Desember tak berlaku anarkis
Pengusaha: Demo 2 Desember tak buat investor khawatir
Fatwa MUI soal Salat Jumat di tempat selain masjid
Jelang doa 2 Desember, Pemprov DKI siapkan toilet sampai tim medis
Polda Jabar antisipasi ancaman teroris pada aksi 2 Desember
Risma minta warga tetap di Surabaya tak ikut demo 2 Desember
Polri lakukan deteksi dini soal tiap gangguan aksi 2 Desember

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.