Generasi Muda Perlu Disiapkan Ruang untuk Berjumpa Dengan yang Berbeda
Sesama anak bangsa perlu lebih banyak lagi melakukan perjumpaan lintas keimanan
Dalam rangka meningkatkan literasi digital, Generasi Alumni Muda UB, ITS, Unair atau yang sering di sebut Ganjar Creasi, melakukan program Pelatihan Desain Grafis untuk Generasi Muda Melek Digit di Warung Kopi Tani, Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/7) (Istimewa)
(@ 2023 merdeka.com)Kelompok masih getol menyebarkan ajaran kekerasan perlu diwaspadai. Sangat disayangkan jika masih ada seruan atau ajakan beragama dengan menindas ataupun memandang rendah pihak lainnya.
Pengajar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Romo Martinus Joko Lelono sangat menyayangkan jika masih ada yang percaya kemuliaan agama bisa diraih melalui kekerasan.
"Kemuliaan agama tidak akan bisa ditempuh dengan jalan yang membawa kesengsaraan bagi sesamanya," tegas Romo Martinus dalam keterangannya, Selasa (5/8).
Romo Martinus merasa bahwa sesama anak bangsa perlu lebih banyak lagi melakukan perjumpaan lintas keimanan.
Negara juga perlu hadir sebagai fasilitator dalam menciptakan kesempatan ini, khususnya dalam menghadirkan sarana dan fasilitas umum yang terbuka bagi semua.
"Anak muda kita perlu memiliki ruang perjumpaan yang lebih banyak dengan mereka yang berbeda," tuturnya.
Romo Martinus mengaku beberapa kali terlibat dalam gerakan lintas iman di kalangan anak muda, ada cukup banyak peserta yang tidak pernah mengenal orang dari agama lain.
Martinus menyampaikan harapannya agar lembaga pendidikan formal dan non-formal tidak memisahkan pergaulan peserta didik berdasarkan agama dianut.
"Generasi muda perlu saling berjumpa agar mampu mengakui bahwa mereka punya kesalahan, dan orang lain punya kebaikan, serta sebaliknya," imbuh Romo Martinus.
Menurutnya, masih sering dijumpai peserta didik beragama minoritas diberikan materi pembelajaran di ruang yang berbeda dengan alasan memudahkan pelaksanaan pelajaran agama.
"Negara perlu menyediakan media perjumpaan, misalnya taman kota, lapangan, jogging track sehingga orang bisa bertemu dan tidak terkungkung dengan gadget yang dalam beberapa kesempatan menjadi sarana masuknya paham intoleran," pungkasnya.