Gencar Vaksinasi PMK, Pemkab Magetan Berkomitmen Pulihkan Populasi Ternak Sapi
Pemkab Magetan gencar lakukan vaksinasi PMK pada ternak sapi dan kambing secara rutin. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan dan memulihkan populasi ternak yang sempat anjlok drastis.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur, secara konsisten melaksanakan program vaksinasi terhadap ternak sapi dan kambing. Langkah ini merupakan upaya krusial untuk membendung penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah tersebut. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menegaskan komitmen Pemkab dalam menjaga kesehatan hewan ternak.
Kegiatan vaksinasi ini tidak hanya responsif terhadap laporan kasus, melainkan telah menjadi agenda rutin yang terintegrasi. Pemkab Magetan memastikan ketersediaan vaksin mencukupi untuk melindungi seluruh ternak ruminansia peka PMK. Program ini didukung penuh oleh anggaran dari APBN serta APBD Provinsi Jawa Timur.
Vaksinasi PMK akan terus berlanjut hingga Indonesia secara resmi dinyatakan bebas dari wabah mematikan ini. Komitmen ini bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan peternak dan memulihkan sektor peternakan yang sempat terpuruk.
Upaya Pemkab Magetan dalam Pencegahan PMK dan Pemulihan Populasi Ternak
Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menjelaskan bahwa program vaksinasi PMK merupakan kegiatan yang berkelanjutan. "Vaksinasi tidak hanya dilakukan saat ada laporan, tetapi sudah menjadi kegiatan rutin," ujarnya. Pemkab Magetan menjamin ketersediaan vaksinasi dan perlindungan penuh bagi ternak peka PMK. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan.
Program vaksinasi ini mendapatkan dukungan penuh dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Timur. Hal ini memungkinkan kegiatan tersebut berjalan secara konsisten hingga Indonesia terbebas dari PMK. Komitmen ini menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
Magetan, yang sebelumnya dikenal sebagai sentra ternak sapi, mengalami penurunan populasi drastis akibat PMK. Pada tahun 2020, populasi sapi mencapai 112.000 ekor, namun kini tersisa sekitar 68.000 ekor. Penurunan ini disebabkan trauma peternak terhadap PMK di masa awal penanganan.
Kang Suyat, sapaan akrab Wakil Bupati Magetan, menekankan bahwa kini Pemkab Magetan telah siap mengatasi PMK. Ketersediaan vaksin PMK yang mencukupi menjadi salah satu kunci kesiapan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan semangat peternak untuk kembali berinvestasi di sektor peternakan.
Inovasi dan Komitmen Pemkab Magetan untuk Ketahanan Pangan
Selain fokus pada vaksinasi PMK, Pemkab Magetan juga menggagas pembangunan pasar hewan percontohan. Pasar ini berlokasi di Kecamatan Parang dan akan dilengkapi fasilitas skrining kesehatan hewan. Fasilitas ini bertujuan memantau kesehatan ternak sebelum diperjualbelikan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan keamanan pangan hewani di Magetan. Dengan adanya skrining, risiko penyebaran penyakit dapat diminimalisir. Ini juga membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap keamanan produk ternak.
Pemkab Magetan juga berupaya meningkatkan populasi ternak ruminansia besar di wilayahnya. Hal ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan dan swasembada daging nasional. Salah satu program yang digalakkan adalah inseminasi buatan (IB).
"Hal itu semakin menguatkan komitmen Pemkab Magetan dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan hewani," kata Wakil Bupati Suyatni. Ia menambahkan bahwa upaya ini juga bertujuan membangun kepercayaan masyarakat agar kembali beternak sapi dengan aman dan nyaman. Komitmen ini menunjukkan visi jangka panjang Pemkab dalam sektor peternakan.
Sumber: AntaraNews