Gempa 4 Magnitudo Guncang Kabupaten Bandung, BMKG Minta Warga Tetap Tenang
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Garsela (Garut Selatan). Berdasarkan laporan, gempa itu terasa oleh masyarakat di Kecamatan Pangalengan, Ciparay, Majalaya, dan Baleendah.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik berkekuatan 4.0 magnitudo terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Minggu (1/11) malam.
Kepala BBMKG Wilayah II, Hendro Nugroho menyampaikan fenomena tersebut terjadi pada pukul 21.34 WIB terletak pada koordinat 7.20 LS dan 107.60 BT wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 21 kilometer tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada kedalaman 5 kilometer," kata Hendro dalam keterangannya yang diterima di Bandung.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, menurut Hendro, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Garsela (Garut Selatan). Berdasarkan laporan, gempa itu terasa oleh masyarakat di Kecamatan Pangalengan, Ciparay, Majalaya, dan Baleendah.
"Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," kata dia.
Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang menanggapi fenomena gempa bumi tersebut. Ia juga meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Baca juga:
Erdogan Tinjau Reruntuhan Akibat Gempa Turki
Gempa Guncang Turki, 26 Orang Tewas dan 804 Luka-Luka
Gempa Mamuju Tengah, Ibu Hamil 8 Bulan Tewas Usai Panik Ketakutan dan Jatuh
Gempa M 5,4 di Mamuju Tengah, Sejumlah Rumah Alami Kerusakan
Dampak Gempa Pangandaran, 65 Bangunan di Ciamis Rusak
29 Rumah Rusak dan Tiga Orang Terluka Akibat Gempa di Pangandaran